33.2 C
Jakarta
Jumat, Agustus 29, 2025

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Dimyati Natakusumah: PGRI Adalah Benteng Perlindungan dan Profesionalisme Guru

Wartain Banten | Pemerintahan | 27 Agustus 2025  — Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya peran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi besar yang menjadi benteng perlindungan bagi para guru, sekaligus wadah peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan mereka.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) I PGRI Kabupaten Pandeglang Tahun 2025 Masa Bakti XXIII yang digelar di Pendopo Pandeglang pada Rabu (27/8/2025).

Dalam pidatonya, Dimyati menekankan bahwa PGRI bukan hanya sekadar organisasi, tetapi mitra strategis pemerintah yang menentukan kualitas pendidikan di Banten.

“Guru adalah kunci keberhasilan pendidikan dan bangsa. PGRI hadir sebagai wadah perlindungan profesi, peningkatan kompetensi, silaturahmi antar guru, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan guru. Kalau PGRI kuat, pendidikan di Banten juga akan kuat,” tegasnya.

Menurut Dimyati, empat peran penting PGRI adalah memberikan perlindungan profesi guru, meningkatkan profesionalisme melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan, memperkuat solidaritas antar guru, serta mendukung peningkatan kesejahteraan agar guru dapat mengajar dengan hati yang tenang.

“Saya bisa menjadi akademisi, politisi, bahkan Wakil Gubernur, itu semua karena guru. Kesuksesan siapa pun, bahkan presiden sekalipun, tidak terlepas dari peran guru.” tambah Dimyati

Rapimkab I PGRI Kabupaten Pandeglang Tahun 2025 diikuti oleh kepala sekolah, pengurus cabang, dan perwakilan guru dari seluruh Kabupaten Pandeglang.

Dengan semangat “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat”, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengharapkan, Rapimkab I menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi organisasi serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“PGRI adalah rumah besar para guru. Tantangan pendidikan semakin kompleks, sehingga diperlukan guru yang inovatif, profesional, dan berkarakter. Pemerintah Kabupaten Pandeglang siap menjadi mitra strategis PGRI untuk meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, dan peran guru di tengah masyarakat,” ujar Dewi.

Bupati juga menekankan bahwa PGRI harus dipenuhi oleh individu yang benar-benar memahami kesulitan guru. Ia juga mendorong agar koperasi guru dihidupkan kembali untuk membangun solidaritas ekonomi.

“Pandeglang harus bisa maju minimal setara dengan daerah lain. Saya berharap forum ini melahirkan gagasan strategis, terutama dalam penguatan literasi digital, peningkatan profesionalisme, dan pembentukan karakter generasi emas 2045,” tambahnya.

Sutoto, Ketua PGRI Kabupaten Pandeglang, dalam laporan awal kepengurusan, menyebutkan beberapa capaian, seperti silaturahmi ke cabang-cabang, perbaikan tata kelola keuangan, dan peningkatan digitalisasi keanggotaan.  untuk memberikan bantuan kepada pendidik dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk program sedekah dan infaq guru, PGRI juga bekerja sama dengan Baznas Pandeglang.  PGRI Pandeglang telah menerapkan sistem iuran tunggal yang dibagi secara proporsional untuk PB, provinsi, kabupaten, dan cabang untuk menjamin pengelolaan yang transparan dan akuntabel.

“Dengan sistem ini tidak diperkenankan lagi ada iuran lain. Prioritas tahun pertama adalah penyertaan modal, dana sosial, dan operasional. Kami ingin PGRI benar-benar menjadi wadah profesionalisme, inovasi, dan solidaritas guru Pandeglang,” jelas Sutoto.

Acara Rapimkab berlangsung khidmat namun penuh semangat, mencerminkan komitmen kuat para guru di Pandeglang dalam menjaga marwah profesi dan mendorong kemajuan dunia pendidikan di daerah.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum