30.1 C
Jakarta
Minggu, April 11, 2021

DINAMIKA DAN GUGATAN PELAKSANAAN FAKTA INTEGRITAS ALEG PAN

Oleh : Ripki Kaelani (Aktivis PAN Kab.Sukabumi)

O P I N I – Semakin menarik dinamika PAN kab. Sukabumi setelah saling balas pantun mengenai pemberitaan tentang konpensasi calon legeslatif yang tidak meraih kursi, terutama untuk wakil DPR RI, saling balas pantun pemberitaan itu menuai polemik baru di kubu partai ini, bahkan dengan adanya pemberitaan tersebut berbondong-bondong pula calon legeslatif yang kalah di tingkat provinsi dan daerah meminta haknya.

Saya menilai ini, hanyalah dinamika yang biasa saja yang terjadi disebuah partai dan hanya terjadi dalam kontek lokal saja, bahkan ini bisa menjadi sebuah peluang bagi perkembangan PAN, dengan asumsi bahwa ada yang berbeda di PAN, dengan adanya konpensasi bagi calon-calon legeslatif yang tidak memperoleh kursi. Hal ini mungkin tidak dilakukan oleh partai lain. Konpensasi ini merupakan bukti komitmen bahwa perolehan kursi seorang anggota legeslatif di PAN itu didapatkan dengan kerja bersama, setidaknya inilah sinyalemen baik bagi partai Matahari biru ini.

Ini akan menjadi hikmah bagi PAN, apabila seluruh anggota dewan dari mulai tingkatan pusat sampai daerah memenuhi kewajiban konpensasi itu yang tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku dan ditetapkan oleh DPP PAN, sekaligus juga menunjukan bahwa kader PAN memiliki kepekaan dan ketaatan terhadap aturan partai. Kalau sekiranya aturan yang telah digariskan terkait fakta integritas yang telah ditanda tangani oleh anggota legislatif terpilih tidak dilaksanakan, sudah sepantasnya partai dalam hal ini memberi peringatan keras kalau masih tidak mau melaksanakan fakta integritas tersebut sudah sepantasnya DPP PAN dalam hal ini Ketum untuk mem PAW anggota legislatif tersebut. Untuk menegakkan kedisiplinan serta wibawa dan kebesaran PAN kedepnnya.

Hikmah selanjutnya adalah bahwa ini akan menjadi ajang islah antar pihak-pihak yang selama berseteru di internal partai amanat nasional terutama di kab. Sukabumi.

Kader dan simpatisan PAN kab. Sukabumi ini tidak mau ikut larut perbedaan pendapat para petinggi, tidak ingin marwah partai terkoyak karena perbedaan pendapat yang tidak kunjung selesai.

Oleh karena itu para kader di bawah menunggu dan berharap besar kepada para petinggi partai untuk dapat segera menegakan disiplin partai, menempuh jalur islah demi kebaikan dan kemajuan Partai Amanat Nasional.

“Wallahu A’lam Bishawab”

Latest news

Related news