29.1 C
Jakarta
Selasa, Februari 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Dinilai Tak Siap, Perlombaan Pramuka di MAN 2 Medan Diwarnai Keterlambatan dan Keluhan Peserta

 

Medan ( Warta. In) — Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang digelar di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan pada Minggu (1/2/2026) diwarnai sejumlah kendala teknis yang memicu keluhan dari peserta dan pembina. Kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam dan menyebabkan peserta harus menunggu kepastian pembagian hadiah dalam waktu yang cukup lama.

Berdasarkan keterangan beberapa pembina Pramuka, pelaksanaan lomba dinilai tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu, terdapat peserta yang mempertanyakan mekanisme penilaian lomba karena dinilai belum disampaikan secara terbuka di lokasi kegiatan.

Kendala utama terjadi pada proses pembagian trofi dan hadiah. Dalam rundown acara yang dibagikan panitia, pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Namun, hingga pukul 24.00 WIB, proses tersebut belum sepenuhnya selesai.

Panitia menyampaikan bahwa keterlambatan pembagian trofi disebabkan oleh permasalahan dengan pihak vendor penyedia trofi. Hingga malam hari, peserta masih menunggu kepastian tindak lanjut dari panitia terkait hal tersebut.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah peserta terlihat masih berada di lokasi kegiatan hingga larut malam. Beberapa pembina menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kelelahan peserta, terutama bagi kontingen yang berasal dari luar kota.

“Kami berharap ada kejelasan lebih cepat, karena anak-anak sudah lelah dan belum sempat makan malam. Selain itu, keterlambatan ini juga berdampak pada jadwal kepulangan,” ujar salah satu pembina Pramuka.

Dalam kepadatan peserta yang menunggu, terpantau satu orang peserta harus mendapatkan penanganan dan dibawa keluar dari kerumunan. Berdasarkan informasi awal di lokasi, peserta tersebut mengalami gangguan pernapasan ringan akibat kelelahan dan kondisi kerumunan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga malam hari tidak terlihat kehadiran Kepala Sekolah MAN 2 Medan di lokasi kegiatan. Namun demikian, belum diperoleh keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran tersebut maupun langkah yang diambil pihak madrasah dalam menangani situasi di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, sebagian peserta masih berada di lingkungan MAN 2 Medan dan menunggu informasi lanjutan dari panitia.

“Kami masih menunggu kepastian dari panitia, meskipun sudah cukup malam,” ujar salah satu peserta asal Tebing Tinggi.

Sejumlah pembina berharap panitia dapat segera memberikan kejelasan serta melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, panitia perlombaan maupun pihak MAN 2 Medan belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait keseluruhan kejadian tersebut.

Berita Terkait