WARTA.IN

27.6 C
Jakarta
Jumat, Mei 14, 2021
BerandaArtikelDPN.Barikade 98 : Terimakasih Kapolri Telah Menangkap Munarman

DPN.Barikade 98 : Terimakasih Kapolri Telah Menangkap Munarman

Warta.In.Jakarta (27/04) – Dewan Pimpinan Barikade 98 diseluruh Indonesia mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kapolri dan Densus 88 yang telah menangkap Munarman FPI yang diduga terlibat dalamm gerakan terorisme ISIS di makasar.

Terkait keterlibatan Munarman dengan terorisme sudah beredar lama melalui sosmed, bahkan ada potongan video dan meme yang beredar, dimana Munarman ada di meja depan dan berbendera isis dalam kegiatan pembaiatan, itulah yang di telusuri oleh tim densus 88 sampai terjadinya penangkapan dikediamannya munarman. Kami sangat berterimakasih kepada Tim Densus 88 ujar Asbit Panatagara dari Barikade 98, Selasa (27/04/2021).

Selanjutnya Munarman juga merupakan salah satu pentolan di FPI, pernah menjadi jubir dan terakhir sekum FPI yang sama sama kita ketahui sepak terjang FPI di masyarakat luas selalu anarkis, intoleran dan arogan yang membawa simbol simbol Agama dengan mempersekusi orang orang lemah, meresahkan masyarakat serta merusak kehidupan kerukunan beragama yg sudah lestari di tanah air, ujar Asbit.

Hengki Irawan dari DPN Barikade 98 menambahkan Pasca di tangkapnya MRS dan dilarangnya organisasi FPI braktifitas, pihak aparat gencar melakukan pengembangan penyelidikan terutama terkait gerakan gerakam yang anarkis dan terorisme. FPI pasca dilarangnya ormas HTI yang jelas terbukti berafiliasi dengan kelompok kelompok teroisme ini banyak yg bergabung (menyusup) di organ sayap FPI yang di komandani Munarman yaitu Komando Laskar Islam. Wajar jika di beberapa penangkapan para buronan pelaku teror didapati kartu anggota FPI, dan Aparat terus mengembangkan pnyelidikannya hingga penangkapan Munarman, itu menguatkan bukti bahwa FPI menjadi alat para kelompok teror untuk merancang gerakannya ungkap Hengky.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebutkan, penangkapan Munarman dilakukan karena diduga terkait dengan tiga peristiwa baiat yang terjadi sebelumnya.

“Jadi (penangkapan) terkait dengan kasus baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan, jadi ada tiga hal tersebut,” kata Ramadhan pada wartawan dikutip dari tayangan Kompas TV, Selasa (27/4/2021). (PrabuSantoaan NusaKerta)***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Komentar Terbaru