29.9 C
Jakarta
Minggu, Februari 15, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Dr.H.Cucun Ahmad Syamsurijal,M.Ap.Wakil Ketua DPR RI Buka Konferensi IV MWC NU Kec. Pacet &Gelar Pasar Murah

Pacet, Minggu, 15 Februari 2026. Warta. In
Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.Ap. Wakil Ketua DPR RI bersama Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip. M. Si. Bupati Bandung, membuka Konferensi IV Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), Kecamatan Pacet, Mengusung Tema “Meneguhkan Khidmah Memperkuat Jam’iyyah Menuju Kemandirian”. Di halaman Kantor MWC NU Kp. Salamnunggal, Desa Pangauban Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Jawa Barat, Minggu, 15 Februari 2026.
Kecamatan Pacet, merupakan salah satu kebanggaan saya, kerana merupakan daerah yang memiliki Dinasti Ulama yang panjang dan telah tumbuh dengan Tahaddutds bin Ni’mah, jelas Dr. H. Cucun. Pentingnya Sinergi antara Ulama dan Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah agar perjuangan dapat berjalan sesuai tujuan yang diinginkan, jelasnya.
Pengalaman pribadi ketika masih sulit untuk bertemu dengan Pejabat Daerah, hingga akhirnya saat ini Kantor PCNU telah memiliki prestasi dan perluasan yang Signifikan, meskipun terkadang menghadapi tantangan terkait biaya pembangunan, jelasnya.
Pada 31 Januari 2026, NU merayakan 100 tahun keberadaannya secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. NU dapat bertahan hingga detik ini, karena selalu dekat dengan masyarakat dan tidak pernah Absen ketika dibutuhkan untuk menangani urusan keagamaan, personal dan keumatan, lanjutnya.
Mengenai hubungan dengan Partai Politik seperti PKB, saya ingin menyampaikan bahwa meskipun banyak anak NU yang menjadi bagian dari PKB, kita selalu memikirkan perkembangan Lembaga Pendidikan, bahkan saat ini saya telah mengkoordinasikan Pembangunan Rumah Sakit Jantung, dan pengembangan pendidikan, termasuk menyediakan 7 Program Studi di Satu Kampus, 14 di Kampus lain dan 21 Program Studi di Kampus Baru yang siap menerima 1500 mahasiswa pada tahun ajaran baru, jelasnya.
Pentingnya adaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi, mengingat perubahan sosial dan kemajuan teknologi berkembang sangat cepat, contoh, penggunaan teknologi untuk menyiram tanaman, mengontrol lampu secara otomatis, serta kemunculan Kecerdasan Buatan AI kita tidak boleh ketinggalan, para Kyai juga harus mengikuti perkembangan ini, agar tidak terlepas dari zaman, jelasnya.
Meskipun teknologi berkembang pesat, Pengajian dan penyampaian ilmu harus tetap menjaga substansi yang kuat dan tidak hanya menjadi hiburan semata. Selain itu pihaknya, sedang mengawal Penyusunan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) untuk memastikan Pendidikan Agama mendapat pengakuan dan perlindungan yang layak, serta menangani kasus ketidakadilan yang dialami Guru Madrasah di beberapa daerah, seperti Jambi, jelasnya.
Pentingnya menjaga lingkungan hidup mengingat perubahan iklim, yang semakin dahsyat, dan mendorong para Ulama, mensosialisasikan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, serta mengurangi kegiatan yang dapat merusak Alam, pungkasnya. Warta. In Biro Bandung Isis.

Berita Terkait