INDONESIAN JOURNALIST WRITE THE TRUTH

31.9 C
Jakarta
Selasa, Februari 27, 2024

Dugaan Penyimpangan Dana BOS SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk OKI, PP Wong Kito Usut Tuntas

Array

Warta In | Palembang – Puluhan massa yang tergabung dalam PP Wong Kito melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejati Sumsel terkait dengan adanya Dugaan penyimpangan penggunaan dana BOS dari tahun 2021 sampai tahun 2023.

Hal tersebut disampaikan oleh koordinator aksi M.Aminudin didampingi Jacklin saat melakukan unjuk rasa di kantor Kejati Sumsel, Rabu (31/01/24)

Koordinator aksi M.Aminudin mengatakan,” iya, kami dari PP Wong Kito melakukan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Kejati Sumsel, meminta Kejati Sumsel Untuk mengusut tuntas ada nya Dugaan penyimpangan penggunaan dana BOS dari tahun 2021 sampai tahun 2023,”ujarnya.

Selain itu, kami juga meminta dan menuntut Kejati Sumsel ;
1. Meminta Kejaksaan bersinergi dengan BPK untuk melakukan pemeriksaan dan audit secara menyeluruh anggaran SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk diduga banyak penyimpangan penggunaan dana BOS dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023.
2. Meminta Kejaksaan bersinergi dengan BPK untuk melakukan pemeriksaan kekayaan Kepala Dinas Pendidikan OKI, Kabid SMP Negeri OKI serta Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk Kabupaten OKI.
3. Melakukan pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan serta Kabid SMP Kabupaten OKI atas pembiaran kejahatan di dunia pendidikan yang terjadi di SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk kuat dugaan yang dilakukan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk bekerja sama dengan guru B3K selaku orang tua dari siswa yang diduga melakukan penyelundupan data DAPODIK secara sengaja agar siswa yang merupakan anak dari guru P3K tersebut yang merupakan koordinator distribusi soal bisa mengikuti ujian, sementara siswa tersebut tidak pernah hadir tatap muka di sekolah semenjak MPLS di SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk dengan Arogan Kepala Sekolah SMP Negeri Tanjung Lubuk Kabupaten OKI tersebut memaksa meminta nilai kepada wali kelas serta guru mata pelajaran untuk memberikan nilai, ketika guru keberatan memberikan nilai maka guru tersebut dipindahkan dianggap tidak loyal kepada pimpinan hal ini merusak sistem pendidikan di Kabupaten OKI.

“Apabila tuntutan kami (PP Wong Kito) tidak segera ditindaklanjuti atau ditanggapi oleh Kejati Sumsel, maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi,”pungkasnya.

Sementara itu, Kejati Sumsel yang di wakili oleh Pohan Siahaan Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Kejati Sumsel mengatakan aspirasi yang di sampaikan hari ini, nanti kami sampaikan juga kepada pimpinan kami.

Untuk mekanisme pengajuannya seperti biasa ke PTSP, lalu kami nanti segera tindaklanjuti,”kami mengucapkan terima kasih bahwa kita satu misi kita satu tujuan untuk memerangi korupsi di Sumatera Selatan Ini,”tutupnya.

Latest news
Related news