30.1 C
Jakarta
Minggu, Februari 15, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Dugaan Rehab Gedung Perawatan RSUD R/L Asal Jadi serta tidak sesuai Spesifikasi.

Warta.in- RejangLebong, Bengkulu.

Rehabilitasi Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi  Bengkulu menggunakan sumber dana dari APBD Tahun 2025. Seharusnya awal bulan Januari tahun 2026 Rehabilitasi Pembangunan RSUD Rejang  Lebong tersebut tidak ada aktifitas pekerja lagi.

 

Beberap hari yang lalu  kita dari media mendapatkan informasi dari masyarakat masih adanya aktivitas pekerja dilokasi. Kalau kita mendengar langsung dari pihak ke tiga pada bulan Desember 2025 menerangkan kepada awak media ini bahwa Tim PHO sudah turun ke Lokasi untuk mengecek hasil rehab bangunan yang sudah dikerjakan.

 

Untuk memastikan informasi yang awak media ini terima dari masyarakat tersebut. Tim media langsung memantau dari awal Januari 2026 sampai hari ini Jumat(30/1/2026) masih terlihat aktifitas pekerja masih melaksanakan pekerjaan yang Ternyata beberapa item yang belum selesai dikerjakan tapi bukan finishing, tapi yang dikerjakan saat ini  yakni pembuatan Kosen pintu ,plapon, pemasangan besi dan masih ada item lainnya.

 

Ada juga diduga item yang tidak di laksanakan sesuai hasil pada perencanaan seperti pembersihan akhir dan bangunan siring. Diduga item pekerjaan tersebut seperti terkesan mark up harga, serta informasi diterima pembersihan material pada saat perencanaan awal yang sudah dianggarkan lebih kurang sebesar 5 juta tapi masih ada tumpukan material bangunan yang direhab dan item Pembangunan Siring ternyata hanya didepan gedung yang seharusnya tidak menelan anggaran terlalu tinggi, karena dari informasi diterima awak media ini bahwa diperencanaan awal untuk pembangunan siring tersebut sebesar lebih kurang 30 juta, namun terlihat hasil pembangunan fisik siring dilokasi diperkirakan tidak sampai menelan anggaran sebesar itu.

Maka dari itu Awak media ini sudah beberapa kali ingin bertemu di kantor RSUD Rejang Lebong untuk menemui PPK serta menghubungi kontraktor lewat WhatsApp namun belum juga ditanggapi untuk mengupayakan konfirmasi terkait beberapa item yang masih dipertanyakan serta meminta hak jawab dengan PPK Kegiatan Pembangunan dan Pihak Ketiga Selaku Kontraktor/Rekanan yang melaksanakan pekerjaan pembangunan tersebut namun belum juga bisa dijumpai dan dihubungi lewat handphone, Sepertinya terkesan menghindar. Sampai berita ini ditayangkan awak media masih mengupayakan minta hak jawab dari PPK dan Pihak ketiga serta pihak-pihak yang terkait.(A)

 

Berita Terkait