27.3 C
Jakarta
Minggu, September 26, 2021

Duta Lingkungan saksi IDOLA Jembatan ke Generasi Milenial

Warta.in, Malino – Sosialisasi IDOLA (Inovasi Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Pembentukan Bank Sampah menjadi penyemangat masyarakat Kecamatan Tinggimoncong.

Gagasan aksi IDOLA ini diinisiasi Ellyyana Said, yang saat ini menjadi salah satu reformer pada Diklat Pim Administrator LAN Makassar.

Program IDOLA merupakan Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yang menjadi Aksi dengan memilih lokus Hutan Pinus Malino. Acara berlangsung di Hotel Bukit Indah Malino. Selasa, 3 Agustus 2021.

Kegiatan dilaksanakan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid 19 yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

Sosialisasi IDOLA dan pembentukan Bank Sampah bertujuan untuk mendukung kelola sampah di Kawasan konservasi dan wisata alam.

Acara yang dimulai pukul. 9.00 -16.30 Wita dibuka Ir.Anis Suratin, Kepala Bidang Teknis mewakili Kepala BBKSDA Sulsel. DIdampingi Camat Tinggimoncong, Dinas Pariwisata Gowa dan Dinas Lingkungan Hidup Gowa.

Camat Tinggimoncong, Lis Nurismi memberi apresiasi kepada Ellyyana Said atas aksi perubahan yang akan dikembangkan di Taman Wisata Alam Malino.

“Kami sangat mendukung aksi IDOLA. Masyarakat akan kelola sampah dengan 3R. Dan menjadi agen perubahan menuju Malino ramah lingkungan” tutur Lis.

Kepala BBKSDA Sulsel, Ir. Thomas Nifinluri M.Sc, mengatakan, gagasan inovasi aksi perubahan ini mengandung dua aspek yakni Kebaharuan  dan Kemanfaatan.

“Inovasi ini bermanfaat bagi para pihak (Pemda, Masyarakat, Swasta, Perguruan Tinggi, dan Filantropi). Dan akan dilanjutkan menjadi kinerja organisasi serta mendorong PNBP  di TWA Malino” Jelas.Thomas ditempat terpisah .

Menurut Ellyyana Said tujuan  Aksi Perubahan IDOLA (Inovasi Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan) adalah merubah mindset masyarakat dan pengunjungan wisata dalam penggunaan bahan ramah lingkungan di Taman Wisata Alam Malino.

“Kedepan tidak ada lagi pengunjung wisata alam yang membawa botol kemasan sekali pakai. Mereka akan dicegat dipintu masuk dan disarankan menggunakan tumbler dan air isi ulang yang dapat dibeli di pedagang dan warung depan Hutan Pinus Malino,” jelas Ellyyana Said yang didampingi masyarakat usai kegiatan.

“Inovasi ini sangat bagus dan akan didukung dangan Surat Edaran Bupati Gowa, tentang penggunaan bahan ramah lingkungan di Taman Wisata Alam Gowa,” papar Ka UPT Bank Sampah Gowa, Henrry pungkas.

Pada pertemuan ini terbentuk 40 orang agen perubahan yang akan mengkampanyekan IDOLA dan membentuk kelompok bank sampah.

Ketua Bank Sampah IDOLA , Aryanto mengucapkan berterima kasih, dengan hadirnya ibu Ellyyana Said, memberi semangat kepada masyarakat untuk bangkit menjaga dan peduli pada lingkungan.

Sebagai informasi pada sosialisasi tersebut diperlihatkan budidaya Magot  oleh Camat Tinggimoncong.

Pemberian buku pengelolaan sampah dari ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia kepada Camat Tinggi Moncong.

Hadir Duta Lingkungan Kab Gowa sebagai Generasi Milenial Peduli Lingjungan.

Hadir pula pada kesempatan itu, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa yang diwakili Kepala UPT Bank Sampah, Kadis Pariwisata Gowa diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata, Camat Tinggi Moncong, Sekretaris Camat Tinggi Moncong, Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia,  Kapolsek, Babinsa, serta Lurah se-Kecamatan Tinggi Moncong.

Ketua PHRI Gowa, Aktivis Lingkungan, Ketua Pengelola Sampah 3R Kecamatan Tinggi Moncong, Masyarakat dan pedagang sepanjang hutan pinus Malino.

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img