27.5 C
Jakarta
Selasa, Februari 10, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Ekonomi Banten 2025 Tumbuh Positif, Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Wartain Banten | Pemerintahan | 05 Februari 2026  — Indikator sosial ekonomi Provinsi Banten pada periode 2025 menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini ditandai dengan penurunan tingkat kemiskinan, meningkatnya penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang terus membaik.

Capaian tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dalam Ekspose Berita Resmi Statistik yang digelar di Kantor BPS Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (5/2/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Budi Santoso, menyampaikan bahwa penguatan indikator sosial ekonomi terlihat dari turunnya tingkat pengangguran serta meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja, khususnya di wilayah perdesaan.

“Tingkat pengangguran turun. Penurunannya cukup terasa di perdesaan,” ujar Budi Santoso.

Ia menjelaskan, peningkatan penyerapan tenaga kerja paling besar terjadi di sektor pertanian. Selain itu, sektor industri pengolahan dan perdagangan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perluasan kesempatan kerja.

“Ketika sektor pertanian naik paling tinggi, dampaknya terlihat pada penurunan pengangguran perdesaan,” katanya.

Menurut Budi, tren positif tersebut sejalan dengan implementasi program prioritas pembangunan daerah yang terus digencarkan Pemerintah Provinsi Banten. Program-program tersebut difokuskan pada penguatan konektivitas, pertanian, investasi, pendidikan, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Program prioritas daerah diarahkan pada penguatan konektivitas, pertanian, investasi, pendidikan, dan UMKM. Ini selaras dengan indikator sosial ekonomi yang dirilis BPS,” ujarnya.

Ia mencontohkan penguatan infrastruktur dan konektivitas melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di wilayah lumbung pangan, serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Di sektor pendidikan, Pemprov Banten menjalankan Program Banten Cerdas melalui kebijakan sekolah gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta, serta pengembangan Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan. Sementara itu, penguatan ekonomi desa dan UMKM dilakukan melalui bantuan keuangan desa, pengembangan koperasi, serta pembentukan zona ekonomi baru.

“Di sisi lain, penguatan ketahanan pangan, peningkatan investasi, serta optimalisasi Balai Latihan Kerja untuk menyiapkan tenaga kerja juga terus dioptimalkan,” kata Budi Santoso.

Ia menambahkan, realisasi investasi di Provinsi Banten sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target tahunan yang telah ditetapkan. Selain itu, berbagai program daerah juga diselaraskan dengan agenda nasional, termasuk dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Seluruh program ini diarahkan untuk memperkuat basis ekonomi daerah dan memperluas kesempatan kerja,” ujarnya.

Kemiskinan Menurun

Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, persentase penduduk miskin pada September 2025 menurun 0,12 poin menjadi 5,51 persen dibanding Maret 2025, dengan jumlah penduduk miskin berkurang 11,9 ribu orang m`enjadi 760,85 ribu orang.

Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana menyampaikan bahwa indikator makro menunjukkan arah yang sejalan, ditandai pertumbuhan ekonomi yang positif dan akseleratif, serta diikuti penurunan pengangguran dan kemiskinan.

“Pertumbuhan ekonomi positif dan ada akselerasi. Secara umum diikuti penurunan pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.

Ia menegaskan, karakter kemiskinan di wilayah perkotaan dan perdesaan berbeda sehingga memerlukan pendekatan intervensi yang lebih spesifik.

Karakter kemiskinan kota dan desa berbeda, sehingga pendekatan intervensinya perlu dirinci,” kata Yusniar.

Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Jumlah penduduk bekerja di Provinsi Banten pada November 2025 mencapai 6,05 juta orang, meningkat 296,34 ribu orang dibanding Agustus 2025.

Penambahan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan. Sementara itu, proporsi pekerja penuh mencapai sekitar 75,10 persen, dengan komposisi pekerja formal sebesar 52,72 persen.

Ekonomi Banten Tumbuh Positif

BPS mencatat ekonomi Provinsi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen dibanding 2024. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year) dan 2,22 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter).

Nilai PDRB Banten tahun 2025 tercatat Rp873,63 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp560,27 triliun atas dasar harga konstan, dengan pertumbuhan ditopang sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan, serta meningkatnya konsumsi rumah tangga dan investasi.

Kepala BPS Banten Yusniar Juliana menilai peningkatan konsumsi rumah tangga secara tahunan menjadi sinyal menguatnya aktivitas ekonomi daerah.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum