Warta.In | Palembang – Musyawarah Daerah Partai Demokrat Sumatera Selatan tinggal menghitung hari. Di tengah persiapan Musda Kamis, 29 April 2026, nama Cik Ujang justru makin kencang disebut kader sebagai sosok yang layak melanjutkan nakhoda DPD Demokrat Sumsel periode 2026–2031.
Bukan tanpa alasan. Lima tahun memimpin, Cik Ujang dinilai berhasil meredam riak internal dan membuat mesin partai tetap panas hingga ke tingkat ranting. “Dulu Demokrat Sumsel sering gaduh. Sekarang adem. Kader kerja, bukan bertengkar,” ujar Firdaus Hasbullah
Dari Kabupaten PALI, dukungan itu disuarakan Wakil Ketua DPRD, Firdaus Hasbullah, SH, MJ. Menurutnya, kepemimpinan Cik Ujang terasa sampai ke daerah. Struktur DPC, PAC, hingga ranting dibenahi. Komunikasi dengan kader tak putus. Hasilnya, Demokrat tetap punya kursi signifikan di DPRD se-Sumsel pasca Pileg 2024.
“Cik Ujang itu tipe pemimpin yang mau turun. Dia dengar keluhan DPC di daerah. Jadi wajar kalau kader merasa memiliki,” kata Firdaus, Senin (27/04/2026) melalui media Whatsapp
Tiga rapor biru Cik Ujang versi kader:
1. Partai anteng: Lima tahun tak ada konflik terbuka yang pecah ke publik.
2. Struktur jalan: 17 DPC kabupaten/kota aktif. Kegiatan sayap partai rutin.
3. Elektoral aman: Kursi legislatif Demokrat Sumsel tetap bertahan di tengah gempuran partai baru.
Bagi kader, Musda kali ini bukan untuk ganti orang, tapi untuk mengunci arah. “Mau 2029, Pilkada, Pileg, semua butuh nahkoda yang sudah paham medan. Ganti kapten di tengah jalan itu risiko,” ucap Firdaus.
Ia menambahkan, Cik Ujang punya modal kedekatan emosional yang tak semua ketua punya.
“Beliau bukan cuma kasih instruksi dari atas. Kader sakit dijenguk, DPC butuh program dibantu. Itu yang bikin barisan Demokrat Sumsel susah retak.”beber Firdaus Hasbullah
Dengan modal stabilitas dan soliditas itu, Firdaus optimistis Demokrat Sumsel tetap relevan.
“Tantangan politik ke depan berat. Tapi kalau rumah kita solid, kita bisa jawab. Dan Cik Ujang sudah buktikan dia bisa jaga rumah ini,” tutupnya.
Musda Demokrat Sumsel digelar Kamis, 29 April 2026 di Palembang. Selain memilih ketua, agenda utama adalah konsolidasi menghadapi siklus politik 2029.





























