26 C
Jakarta
Selasa, Oktober 19, 2021

Fitnah Wartawan sebut dalang pembubaran pesta, IRT dilaporkan ke Polisi

Warta.in – Simalungun.

Salah seorang Wartawan Media Harian Siantar News 24 Jam MATIUS M. WARUWU, terpaksa membuat pengaduan ke Polsek Dolok Panribuan pada hari Kamis, tanggal (30/09/2021) tepat pada pukul 11.30 Wib.

Pangaduan yang disampaikan Waruwu mengenai dugaan pencemaran nama baik atau fitnah yang dilakukan oleh salah seorang Ibu rumah tangga bernama DAHLIA Br. Sihombing warga Dusun Tomuan Dolok Desa Dolok Tomuan Kecamatan Dolok Panribuan Kab.Simalungun kepada dirinya.

Menurut Waruwu kejadian itu berawal pada hari Sabtu (25/09) disalah satu pesta pernikahan bernama Mandri Sinaga di Desa Dolok Tomuan, saat pihak Satgas Gugus Covid 19 bersama Camat Dolok Panribuan, personil Polsek Dolok Panribuan dan Koramil Tiga Balata mendatangi pesta tersebut, dan menghentikan pelaksanaan pesta pernikahan yang sedang berlangsung tanpa menggunakan musik dan tarian adat yang diadakan di lokasi pesta orang tua Mandri Br sinaga (Mempelai ) perempuan,” beber Waruwu kepada awak media, Jumat (01/10/2021).

Selanjutnya aparatur pemerintahan kecamatan Dolok Panribuan dan aparat keamanan dan pihak Satgas Covid 19, mendatangi pesta pernikahan MANDRI Br Sinaga (mempelai) perempuan dengan tujuan, untuk menghentikan penggunaan musik tradisional sekaligus membubarkan masyarakat yang berkerumun dari pesta tersebut, demi menjaga penularan Covid 19 dan menimbulkan cluster baru di wilayah Dolon Panribuan.

Setelah pembubaran pesta tersebut, Dahlia salah seorang warga yang ada di acara pesta mengatakan kepada warga di pesta dan sampai Minggu (26/09/2021) bahwa Wartawan Matius Waruwu lah penyebab gagalnya satu acara pesta pernikahan anak dari Mak Mandri Silalahi, saat pemerintah menerapkan PPKM.

“Dahlia mengatakan  kepada orang banyak bahwa saya yang melaporkan acara pesta tersebut kepada Camat Dolok, Panribuan maupun ke Kepolisian Sektor Dolok Panribuan. Ucapan  ini dibenarkan oleh beberapa orang yang mendengarkan ucapan tersebut,” ucap Matius.

Adapun alasan Matius Waruwu mengadukan Dahlia Br. Sihombing ke Polisi karena adanya kata-kata yang di lontarkan Dahlia Br Sihombing mengatakan Matius Waruwulah yang melaporkan ke gugus tugas PPKM, Polsek, Danramil supaya Pesta pernikahan MANDRI Br Sinaga (Mempelai) perempuan dibubarkan, dan musik yang sudah di sediakan dihentikan, sehingga tidak bisa bermusik di pesta pernikahan tersebut.

“Jadi saya merasa tidak senang dan di fitnah karena semua keterangan Dahlia Br Sihombing itu tidak benar, dan itu informasi hoax karena saya tidak pernah menyampaikan ke tim satgas agar pesta itu di bubarkan,” Ungkap dia.

Seperti di ketahui saat ini masih suasana Pandemi Covid 19 dan penerapan PPKM di Indonesia sehingga pemerintah membentuk satuan gugus tugas dalam penegakkan PPKM, Sedangkan Bupati Simalungun RADIAPOH.H.SINAGA, SH juga melarang keras adanya pesta yang membuat keramaian, dan bila kedapatan maka akan di tindak tegas.

“Atas perbuatan pelaku telah memfitnah dan menjatuhkan harga diri, melecehkan serta merusak nama baik keluarga dan juga nama baik wartawan dan Dewan Pers Sehingga karena kejadian ini saya membuat pengaduan ke Polsek Dolok Panribuan,” tegasnya.

Pengaduan Matius M.Waruwu diterima di SPKT oleh BRIPKA A. SINAGA dan dibenarkan Kapolsek Dolok Panribuan AKP NELSON BUTAR BUTAR melalui Kanit Reskrim Iptu H. Siahaan di Mapolsek Dolok Panribuan kepada awak media.

“Pangaduan Masyarakat (Dumas) dari Wartawan Waruwu sudah kita terima, dan saat ini sedang dalam penyelidikan untuk meminta informasi saksi saksi dari warga dan menunggu tindak lanjut dan perkembangan selanjutnya,” ungkap Iptu Siahaan melalui telpon selularnya. (Fr)

Danau Toba News
Melayani dengan tulus
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img