31.5 C
Jakarta
Senin, Maret 8, 2021

GAR ITB dan KAPPAK ITB, Perang Baratayudha ?

GAR ITB dan KAPPAK ITB, Perang Bratayudha ? demi MARWAH ITB, keduanya Membubarkan diri atau diBubarkan.

oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia (DMK) – alumni teknik arsitektur ITB – Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat (BIMA)

OPINI – Polemik dan hinggar binggar ITB, yang di picu oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) ITB yang melaporkan Din Syamsudin ke KASN, menjadi haru biru isue Nasional. Wajar karena ITB adalah institusi yang melahirkan dua orang Presiden NKRI; Soekarno dan Habibie.

Walau jubir GAR ITB, menyatakan bahwa pengaduan Din Syamsudin bukan karena radikalisme; jurus berkelit GAR ITB ini sudah barangtentu, tidak bisa diterima begitu saja, nasi sudah menjadi bubur, GAR ITB memancing reaksi nasional, blunder dan salah bidik. Muhammadiyah adalah salah satu institusi perumus Pancasila dan UUD 1945, jadi mustahil kader utamanya, dan mantan Ketua Umum Muhammadiyah dua periode, yang bernama Din Syamsudin terpapar radikalisme. Hal ini di perkuat dengan pernyataan Menko Polhukam Machfud MD.

Kenyataan ini sungguh memprihatinkan bagi semua civitas akademika ITB, sesungguhnya jika alumni ITB mau berkiprah di dunia politis, wajar-wajar saja, namun secara etis tidak boleh sama sekali mencatut nama ITB. Sebagai contoh Soekarno mendirikan PNI, dan pelanjut-pelanjutnya para alumni ITB banyak sekali yang menjadi elit di berbagai Partai, jadi Menteri dan Kepala Daerah, mereka semua tidak pernah membawa-bawa nama ITB. Secara alamiah, mereka semua para politisi alumni ITB sepakat, walau tanpa kesepakatan tertulis, bahwa nama ITB, harus dijaga marwahnya untuk tidak masuk ke ranah politik praktis. Sekarang ini, dengan adanya GAR ITB, di tambah lagi reaksi emosional atas GAR ITB dengan berdirinya Keluarga Alumni ITB Penegak Pancasila dan Anti Komunisme (KAPPAK), hal ini tambah memalukan ITB, jadi seperti anak-anak TK yang berebut permen.

Melihat kondisi carut marut ITB ini, saya selaku salah satu alumni ITB yang merasa malu dengan kondisi tersebut, pertama menghimbau kepada GAR ITB dan KAPPAK untuk kebaikan bersama, agar segera membubarkan diri demi ITB tercinta, dan kalau organisasi-organisasi pencatut nama ITB ini tidak membubarkan diri, sebaiknya *Rektor ITB beserta Ketua Umum dan Sekjend Ikatan Alumni ITB, segera bertindak tegas atas nama ITB, untuk membubarkan Organisasi-organisasi terlarang yang mencatut nama ITB, terutama GAR ITB dan KAPPAK. Hal seperti ini adalah preseden buruk bagi ITB, dan jangan sampai terulang kembali. Saya yakin ada paradigma aturan yang mengatur bahwa tidak boleh sembarangan memakai nama ITB se-enak udelnya sendiri, tanpa seizin Institusi resmi ITB, yang di pimpin oleh rektorat ITB dan IA ITB yang resmi.

Sudah sa’atnya Rektor ITB dan IA ITB, secara bersama-sama menindak tegas pencatutan nama ITB, dengan segala kepentingan politik praktis. Karena secara hukum pasti sah untuk menjaga marwah ITB, jangan sampai memberikan kontribusi negatif di tataran bangsa dan negara secara Nasional.

GAR ITB dan KAPPAK ITB segera membubarkan diri, atau di bubarkan, dalam tempo sesingkat-singkatnya, TITIK. Demi Marwah ITB, bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Latest news

Related news