27.1 C
Jakarta
Jumat, Desember 3, 2021

Gegara Pacar Jualan Shabu, Cewek Jonggat ini Urusan Polisi

Mataram – Ada pribahasa mengatakan bermain air basah. Bermain api letup. Maja lain halnya dengan seorang perempuan asal Desa Batu Tulis Kecanatan Jonggat Lombok Tengah ini. Dia bermain asmara dengan pacarnya yang diduga penjual narkotika sabu.

Akibatnya ia harus berurusan dengan pihak berwajib dari tim Opsnal Resnarkoba Polresta Mataram.
Perempuan asal Lombok Tengah inipun diamankan polisi untuk dimintai keterangan seputar kegiatan sang pacar selama menjalankan bisnis sabu.

Menurut Kapolresta Mataram, Kombes Pol Hari Wahyudi SIK, didampingi Kasat Narkoba Polresta Mataram Akp I Made Yogi Purusa Utama SE serta Kasi Humas Polresta Mataram Iptu Erni Anggraeni SH dalam komprensi pers di Gedung Wira pratama Polresta mataram, Jum’at (05/11).

Menjelaskan, Penangkapan terhadap perempuan pengangguran berinisial BNMY,   27 asal Batu Tulus Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah ini dilakukan ketika Tim Opsnal Resnarkoba Polresta Mataram melakukan penangkapan terhadap tersangka utama berinisial IKK, pria (29) swasta.

Dirumahnya Lingkungan Karang Tangkeban Kelurahan Cakra Selatan , Cakranegara Kota Mataram pada Selasa (02/11)

“Saat penggerebegan di kediaman Tersangka IKK, ada 2 orang yang berada di tempat kejadian yaitu BNMY (pacar IKK) dan seorang Pria usia 32, tahun, berinisisl IKMT yang alamat tinggalnya di lingkungan yang sama dengan IKK, ” ujar Heri.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan terungkapnya kasus ini ketika salah satu anggota opsnal resnarkoba polresta berpura-pura menjadi pembeli sabu.

“Cara ini kami lakukan setelah sebelumnya Tim mendapat informasi dari masyarakat bahwa lokasi di maksud sering dijadikan tempat jualan narkoba, ” ungkap Heri.

Sejumlah tersangka yang diamankan di TKP yaitu IKK (pemilik sabu), IKMT (penjual)  dan BNMY (pacar IKK/saksi).

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan adalah 3 Poket Sabu seberat 1 gram, alat komunikasi dan sejumlah uang tunai yang diduga hasil jualan sabu.

Masih nenurut Heri, kedua tersangka dan satu saksi beserta barang bukti telah diamankan di polresta Mataram. 
Sedangkan pasal yang akan disangkakan yaitu pasal 114, 112 dan 127 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Penulis : Sahrir

Latest news

Infrastruktur Jalan Kian Mantap, NTB Gilang Gemilang

  Infrastruktur Jalan Kian Mantap, NTB Gilang Gemilang Mataram-Tanpa infrastruktur tidak ada yang namanya investasi, tanpa investasi tidak ada pembangunan. Tanpa pembangunan tidak ada penyerapan tenaga...
- Advertisement -

BKPB Pemuda Pancasila Sumsel Apresiasi Gerakan 10000 Biopori Dinas PSDA Sumsel

Warta Indonesia | Palembang - Pengurus Wilayah Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi langkah-langkah konkrit penanggulangan maupun pencegahan...

PMI Jakarta Selatan Berkolaborasi bersama Kalibata City Menggelar Donor Darah”Bulan Dana Happy”

Warta.in, Jakarta | - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta mulai berkurang. Sebab para pendonor dihinggapi rasa khawatir terpapar Covid-19....

Diduga Aparat Terima Setoran, Discotique Nagaya Bebas Beroperasi 24 Jam

Warta.in Medan- Disaat Kota Medan sedang menetapkan PPKM Level 2, disaat itu pula sejumlah tempat hiburan dibatasi jam operasionalnya. Tetapi tidak dengan Tempat Hiburan...
Related news

Infrastruktur Jalan Kian Mantap, NTB Gilang Gemilang

  Infrastruktur Jalan Kian Mantap, NTB Gilang Gemilang Mataram-Tanpa infrastruktur tidak ada yang namanya investasi, tanpa investasi tidak ada pembangunan. Tanpa pembangunan tidak ada penyerapan tenaga...

BKPB Pemuda Pancasila Sumsel Apresiasi Gerakan 10000 Biopori Dinas PSDA Sumsel

Warta Indonesia | Palembang - Pengurus Wilayah Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi langkah-langkah konkrit penanggulangan maupun pencegahan...

PMI Jakarta Selatan Berkolaborasi bersama Kalibata City Menggelar Donor Darah”Bulan Dana Happy”

Warta.in, Jakarta | - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta mulai berkurang. Sebab para pendonor dihinggapi rasa khawatir terpapar Covid-19....

Diduga Aparat Terima Setoran, Discotique Nagaya Bebas Beroperasi 24 Jam

Warta.in Medan- Disaat Kota Medan sedang menetapkan PPKM Level 2, disaat itu pula sejumlah tempat hiburan dibatasi jam operasionalnya. Tetapi tidak dengan Tempat Hiburan...
- Advertisement -
error: Content is protected !!