28.9 C
Jakarta
Sabtu, September 25, 2021

GPLI Gandeng 30 Perusahaan Mitra Tuk Investasi Lobster

Mataram- Rencana Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI ) Untuk Pengembangan bisnis lobster di NTB bukan main main. Keseriusan mereka bermitra dengan petani nelayan lobster khususnya di Kecamatan Sekotong Lombok Barat amat dinanti masyarakat.

Pasalnya kemitraan yang akan dibangun GPLI dengan masyarakat diprediksi akan banyak memberi keuntungan bagi masyarakat wilayah pesisir.

” Terlebih dalam situasi pandemi yang tidak menentu serta kondisi ekonomi masyarakat pariwisata yang juga menurun ” Kata

Plt Kadislutkan NTB, Muslim, ST, M.Si, Kepada wartawan, Senin 12/ 07/21
Muslimin mengungkapkan, hingga saat ini pihak GPLI beberapa kali minta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan NTB untuk menyegerakan pemberian izin yang juga berkaitan dengan peta lokasi ( mapping) dan overlay titik koordinat sesuai amanat PP 21.

Namun sementara ini masih disesuaikan karena GPLI juga akan membawa 30 perusahaan mitra.
“Karena ruang yang diminta berkaitam dengan koordinat maka dinas kelautan berkoordinasi dengan masyarakat.

Lewat pertemuan dengan Kepala Desa Gili Gede, Toga,Toma, kepala dusun dan masyarakat untuk membahas rencana itu sebab ada kekhawatiran lokasi baru ini akan berbenturan dengan usaha masyarakat yang sudah ada.

Dan alhamdulillah masyarakat sangat menantikan GPLI ini” tandas Muslim.
Rencana investasi GPLI untuk pengembangan Lobster di Sekotong, pada prinsipnya, masih menurut muslim, masyarakat sangat mendukung dan sangat senang menantikan adanya usaha kemitraan lobster ini.

Apalagi di tengah situasi kondisi copid seperti ini masyarakat kesulitan ekonomi.
” Antusiasme masyarakat pesisir ini cukup beralasan sebab pola yang dikembangkan yaitu kemitraan.
Mereka sediakan teknologi, pembersihan bawah laut, pendampingan dan segala keperluan operasional. Tentu harapan mereka usaha itu akan sukses” terangnya.

Tentang lokasi budidaya lobster, Muslim menyebut beberapa tempat seperti Sekotong Barat , Buwun Mas,Gili Gede, Sepi dan Tawun. Lokasi ini papar Muslim sangat strategis untuk pengembangan budidaya lobster. Dari sejumlah lokasi yang disediakan tersebut.katanya lagi, pengusaha lobster bisa memilih titik yang tepat bagi usahanya.

Lebih dalam lagi Muslim menyebut pola kemitraan antara masyarakat dan GPLI sangat baik karena nantinya Masyarakat diberikan pinjaman modal untuk membeli bibit lobster yang beratnya diatas 30 gram. Sehingga resiko kematian bibit lobster sangat minim.

Begitu juga ketika Lobster dipanen maka pengusaha akan membeli lobster seharga minimum Rp. 375.000 /kg.
Apabila ijin telah dikeluarkan menteri kelautan dan perikanan sesuai kewenangannya maka usaha budidaya lobster ini akan segera dimulai dan diyakini mampu
mendongkrak ekonomi masyarakat kawasan pesisir menjadi lebih sejahtera.

Penulis : SAHRIR

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img