URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
30.4 C
Jakarta
Selasa, Juni 28, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

GS Gita Jala Taruna Lepas Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022

GS Gita Jala Taruna Lepas Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022

AAL, Surabaya (1/6).

Genderang Suling (GS) Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang dimainkan Taruna AAL Tingkat III Angkatan ke-68 tampil melepas keberangkatan KRI Dewaruci dalam rangka pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022 ke Indonesia bagian Timur.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melepas para Laskar Rempah beserta awak KRI Dewaruci mengarungi Jalur Rempah Nusantara pada Rabu sore ini bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila dari Dermaga Madura Tengah Koarmada II Ujung, Surabaya, Rabu (1/6).

Adapun tujuan dari Muhibah Budaya Jalur Rempah ini adalah mempopulerkan terminology yang melegenda merupakan salah satu program dari Kemendikbud yang didasarkan pada semangat untuk melestarikan sejarah kejayaan maritim Nusantara melalui jalur rempah untuk merevitalisasi hubungan sejarah budaya antar bangsa dan mengadakan program jalur untuk mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang akan memperkuat diplomasi di dunia internasional.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi, turut hadir melepas keberangkatan KRI Dewaruci.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Daerah serta berbagai komunitas budaya menyelenggarakan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022.

Surabaya menjadi titik napak tilas pertama dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022. Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid mengatakan bahwa selain sebagai basis dari jalur rempah KRI Dewaruci, Surabaya juga merupakan titik lalu lintas perdagangan komoditas rempah di masa lampau.

Jalur Rempah bukan hanya kenangan terhadap masa lalu, tetapi juga memiliki arti penting di masa sekarang. “Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah wujud nyata untuk mengaktualisasi arti penting dari Jalur Rempah bagi kita sekarang ini,” disampaikan Dirjen Kebudayaan di Surabaya.

Para Laskar Rempah akan berlayar di atas KRI Dewaruci menelusuri titik-titik jalur rempah Nusantara. Dimulai dari Surabaya, kemudian Makassar, berlanjut ke Baubau dan Buton, lalu ke Ternate dan Tidore, selanjutnya ke Banda Neira, dan ke Kupang. Setelah itu, KRI Dewaruci akan kembali ke Surabaya pada 2 Juli 2022 mendatang(red).
Sumber : Kabagpen AAL

Warta Baru
Warta Terkait