24.4 C
Jakarta
Selasa, Februari 17, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gubernur Andra Soni dan OJK Bahas Penguatan Bank Banten serta Literasi Keuangan Daerah

Wartain Banten | Pemerintahan | 19  Januari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan kerja Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, beserta jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (19/1/2026).

Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pembinaan dan pengawasan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten), sekaligus penguatan sinergi program literasi dan inklusi keuangan guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus mendorong Bank Banten agar tumbuh menjadi lembaga keuangan yang sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Menurutnya, peran OJK sangat penting dalam memastikan proses transformasi Bank Banten berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

“Saat ini Bank Banten tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan. Kami berharap OJK terus membina dan mengawal, agar ke depan Bank Banten bertransformasi dari sekadar identitas menuju produktivitas yang berkualitas,” ujar Gubernur.

Kinerja Positif Bank Banten dan Ekonomi Daerah

Kepala OJK Provinsi Banten, Adi, menyampaikan bahwa kinerja dan kesehatan Bank Banten menunjukkan tren positif. Aset Bank Banten meningkat signifikan dari Rp7,551 triliun menjadi Rp10,022 triliun atau tumbuh sebesar 32,7 persen, serta telah mencatatkan laba Rp1,3 miliar.

“Laba juga sudah menunjukkan angka yang bagus, yaitu Rp1,3 miliar. Ini sangat positif. Ke depan, dengan kemungkinan masuknya tiga Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota ke Bank Banten, kinerja bank diproyeksikan akan tumbuh lebih baik lagi,” jelas Adi.

Sejalan dengan itu, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa perekonomian Provinsi Banten pada 2025 berada dalam kondisi positif dengan inflasi yang terkendali. Realisasi investasi Banten juga melampaui target, mencapai Rp130,2 triliun, sehingga menempatkan Banten sebagai salah satu dari empat daerah tujuan investasi terbesar secara nasional.

Akselerasi Pembangunan Infrastruktur dan SDM

Gubernur Andra Soni memaparkan capaian sejumlah program prioritas daerah yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan dukungan terhadap program nasional. Pada 2025, program Bangun Jalan Desa Sejahtera telah merealisasikan pembangunan jalan desa di 61 titik, satu jembatan, serta 440 kilometer jalan lingkungan guna mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.

Di bidang pendidikan, Pemprov Banten menjalankan program Sekolah Gratis bekerja sama dengan 801 sekolah swasta untuk meringankan beban biaya pendidikan keluarga penerima manfaat sekaligus menghidupkan kembali sekolah swasta dan menciptakan jumlah murid yang ideal.

Sementara itu, pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis menyasar 3,5 juta penerima manfaat melalui 1.172 SPPG, yang diharapkan turut menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan Koperasi Merah Putih dalam rantai pasok bahan baku.

Sinergi Program Strategis dan Asta Cita

Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten dan menilai pertemuan dengan Gubernur Andra Soni berlangsung produktif. Kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi literasi keuangan hingga tingkat desa dan pondok pesantren guna mendukung percepatan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

OJK menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk upaya pemberantasan pinjaman ilegal melalui optimalisasi pembiayaan pemerintah dan pengembangan sistem keuangan desa.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum