28.5 C
Jakarta
Minggu, Februari 22, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gubernur Andra Soni dan Wagub Dimyati Percepat Pemerataan Pembangunan Provinsi Banten

Wartain Banten | Pemerintahan | 22 Februari 2026  — Kepemimpinan Andra Soni bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah terus mengakselerasi arah pembangunan Provinsi Banten menuju pemerataan dan keberlanjutan. Pembangunan tidak lagi hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan agar manfaatnya dirasakan merata tanpa kesenjangan antardaerah.

Dalam periode 2025–2030, Pemerintah Provinsi Banten menetapkan delapan program prioritas sebagai fondasi pembangunan daerah. Kedelapan program tersebut meliputi Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani.

Banten Bagus

Program Banten Bagus merupakan unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang berfokus pada pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan sarana publik berkualitas guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Melalui peningkatan akses transportasi, program ini membantu menekan biaya logistik hasil pertanian, memperlancar aktivitas masyarakat, mendukung akses pariwisata, hingga mempermudah jangkauan layanan kesehatan.

Lewat program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), pada 2025 Pemprov Banten membangun 62 infrastruktur desa yang terdiri dari 61 ruas jalan dan 1 jembatan sepanjang 67,87 kilometer. Program ini berlanjut pada APBD 2026 dengan alokasi Rp167,4 miliar untuk pembangunan 46,71 kilometer infrastruktur desa, sebagai upaya menghadirkan keadilan pembangunan antarwilayah dan memperkuat pusat pertumbuhan di perdesaan.

“Program Bang Andra akan terus dikembangkan untuk menghadirkan keadilan pembangunan antarwilayah. Kami ingin pusat pertumbuhan tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga berkembang di wilayah perdesaan. PR bersama kita adalah pembangunan jalan dan infrastruktur dasar,” kata Andra Soni.

Selain itu, pada 2025 juga dibangun 389 unit rumah tidak layak huni, jalan lingkungan sepanjang 407,432 kilometer, drainase 75,778 kilometer, 12 unit MCK, 10 Posyandu, 22 gedung serbaguna, 3 masjid, 1 landscape, dan 37 PJU. Di sektor kelistrikan, direalisasikan Program Listrik Desa bagi 7.000 rumah tangga sasaran serta Bantuan Pasang Baru Listrik untuk 6.936 rumah tangga.

Banten Sehat

Pemerintah Provinsi Banten memperkuat layanan kesehatan melalui peresmian sejumlah fasilitas strategis, yakni Gedung Bunker Radioterapi dan Pelayanan Kemoterapi di RSUD Banten, RSUD Uwes Qorny Cilograng di Kabupaten Lebak, serta RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan di Kabupaten Pandeglang. Kehadiran fasilitas radioterapi dan kemoterapi menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan penanganan kanker, sementara dua rumah sakit baru di wilayah selatan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas.

Pemprov Banten juga meluncurkan Mobile Clinic berbasis telemedicine untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil, serta menyediakan Rumah Singgah di Jakarta bagi pasien rujukan beserta pendamping dengan kapasitas 20 orang.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2025 telah dimanfaatkan 38 persen masyarakat Banten. Melalui mobile clinic, program ini turut difokuskan pada deteksi dini tuberkulosis (TBC), dengan capaian penemuan kasus mencapai 107 persen hingga Desember 2025, melampaui target provinsi dan nasional. Layanan yang diberikan mencakup penyuluhan kesehatan, imunisasi, pemeriksaan ibu dan anak, layanan laboratorium sederhana, hingga penanganan kegawatdaruratan.

Banten Cerdas

Banten Cerdas merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang berfokus pada pemerataan pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Berangkat dari potensi bonus demografi dan kebutuhan SDM berdaya saing tinggi, Andra–Dimyati berkomitmen menghadirkan akses pendidikan yang setara, bermutu, dan terjangkau bagi putra-putri Banten.

Program ini diwujudkan melalui kebijakan Sekolah Gratis untuk siswa SMA, SMK, dan SKh swasta se-Provinsi Banten. Pada tahun pertama pelaksanaan 2025, program ini diikuti 801 sekolah swasta dengan 60.705 siswa terverifikasi. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan angka partisipasi sekolah, memperluas akses pendidikan berkualitas, serta mendorong keadilan sosial dan lahirnya SDM unggul.

Selain itu, melalui Program Sarjana Penggerak Desa, Pemprov Banten memberikan beasiswa hingga Rp20 juta per orang bagi mahasiswa pada bidang strategis seperti pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, peternakan, ekonomi, akuntansi, dan teknologi informasi, guna mendukung pembangunan dan kemandirian desa.

Banten Kuat

Banten Kuat merupakan implementasi program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Provinsi Banten untuk memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. Pemprov Banten menetapkan empat lokasi mock-up koperasi percontohan berbasis komunitas lokal terbanyak di Indonesia sebagai model pengembangan ekonomi kerakyatan.

Hingga 2025, pembentukan KMP telah mencapai 99,9 persen atau 1.551 unit di seluruh wilayah Banten, menyisakan satu desa yakni Desa Kanekes, Baduy, Kabupaten Lebak, sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat setempat.

Sejalan dengan penguatan ekonomi desa, pertumbuhan ekonomi Banten pada 2025 tercatat 5,37 persen dibanding 2024. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi tumbuh 5,64 persen (year-on-year) dan 2,22 persen (quarter-to-quarter), menjadi capaian tertinggi pascapandemi Covid-19.

“Provinsi Banten pada tahun 2025 mencatat pertumbuhan ekonomi positif sebesar 5,37 persen, meningkat dari sebelumnya 4,97 persen. Salah satu penopangnya adalah sektor ketahanan pangan,” ujar Gubernur Andra Soni.

Banten Indah

Banten Indah merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten untuk mewujudkan pariwisata yang terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan. Program ini berfokus pada penataan dan pengembangan kawasan wisata, peningkatan infrastruktur dan sarana prasarana, penguatan sadar wisata masyarakat, serta optimalisasi Tahura Banten sebagai destinasi unggulan.

Untuk menjaga kenyamanan iklim pariwisata, Pemprov Banten menerapkan kebijakan Siaga Wisata yang melarang praktik getok harga dan pungutan liar, sekaligus memperketat keamanan, kebersihan, dan kenyamanan destinasi melalui kolaborasi dengan Balawista dan Pokdarwis.

Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Desember 2025 mencapai 230.381 kunjungan, naik 11,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wisman didominasi dari Malaysia (19,58 persen), Tiongkok (16,17 persen), dan Singapura (10,60 persen).

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara ke Banten pada Desember 2025 mencapai 5,19 juta perjalanan, meningkat 3,72 persen dibanding November 2025 dan 5,98 persen dibanding Desember 2024. Secara kumulatif, sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat 62,56 juta perjalanan wisnus, naik 29,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Banten Makmur

Banten Makmur merupakan program Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui penguatan produksi dan perlindungan sosial. Upaya yang dilakukan meliputi penyederhanaan akses KUR, jaminan ketersediaan pupuk dan benih, serta modernisasi lewat hibah alat dan mesin pertanian maupun perikanan. Selain itu, diberikan bantuan BPJS Ketenagakerjaan bagi 3.600 nelayan dan 946 pengemudi ojek online sebagai pekerja rentan.

Dalam mendukung swasembada pangan nasional, Banten mengoptimalkan lahan pertanian melalui pembangunan Jalan Usaha Tani dan pengelolaan aset daerah. Hasilnya, Banten masuk 10 besar nasional sebagai produsen padi dan menempati peringkat ke-8 sebagai lumbung padi nasional.

Data BPS Provinsi Banten mencatat pada 2025 luas panen padi mencapai 345,42 ribu hektare, naik 15,49 persen dibanding 2024. Produksi padi mencapai 1,77 juta ton GKG atau meningkat 14,41 persen, sedangkan produksi beras untuk konsumsi penduduk mencapai 1,01 juta ton, juga naik 14,41 persen dibanding tahun sebelumnya.

Banten Ramah

Realisasi investasi Provinsi Banten sepanjang Januari–Desember 2025 menunjukkan kinerja sangat positif. Berdasarkan Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan IV dan Tahun 2025 oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI pada 15 Januari 2025, total investasi Banten mencapai Rp130,2 triliun dan menempatkan Banten di peringkat empat besar nasional.

Capaian tersebut melampaui target daerah dalam RKPD 2025 sebesar Rp64 triliun (203,43 persen) serta melampaui target nasional dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI sebesar Rp119,55 triliun (108,95 persen).

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi ini juga berhasil menyerap 214.216 tenaga kerja, terdiri atas 211.564 tenaga kerja Indonesia dan 2.652 tenaga kerja asing, sehingga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Banten.

Banten Melayani

Banten Melayani merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Program ini menekankan pembentukan birokrasi profesional melalui penerapan sistem merit dan manajemen talenta, pemetaan kompetensi pegawai, rekrutmen PPPK, serta penguatan pengawasan internal bekerja sama dengan KPK, BPK, dan BPKP.

Komitmen tersebut membuahkan hasil dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas LKPD 2024 yang menjadi WTP kesembilan berturut-turut.

Indeks SPBE 2025 meningkat menjadi 3,69 (kategori sangat baik), nilai SPI mencapai 73,22, serta Indeks Reformasi Hukum meraih peringkat II nasional dengan skor 99,64.

Selain itu, Pemprov Banten masuk 10 besar nasional dalam kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan memperoleh predikat A (Sangat Baik) dalam evaluasi pelayanan publik 2025.

Capaian ini menegaskan komitmen Andra–Dimyati menghadirkan pemerintahan yang melayani, bebas korupsi, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih, karena Provinsi Banten untuk penilaian integritas mengalami kenaikan. Namun kenaikan tersebut belum sesuai dengan harapan kami. Harapan kami untuk total skor integritas ada pada angka 78, Provinsi Banten masih di angka 73 koma sekian. Ini perlu upaya mewujudkan itu,” kata Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK RI Brigjen Bahtiar Ujang.

Aktivis antikorupsi Ade Irawan menilai Gubernur Andra Soni menunjukkan gaya kepemimpinan yang responsif selama setahun menjabat, dengan hadir di masyarakat dan menindaklanjuti keluhan publik sehingga membangun komunikasi yang baik dengan warga.

“Selama setahun, Gubernur Andra Soni hadir di masyarakat, mendengarkan keluhan publik, hadir di agenda-agenda publik, Gubernur sangat merespons berbagai keluhan publik,” kata Ade Irawan.

Pengamat kebijakan publik Teguh Aris Munandar menambahkan bahwa program-program Pemprov Banten di bawah kepemimpinannya, seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dan Sekolah Gratis, dijalankan tepat sasaran, fokus pada kebutuhan masyarakat, dan mulai menunjukkan hasil nyata dalam pertumbuhan pembangunan di Provinsi Banten.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum