27.8 C
Jakarta
Senin, Februari 16, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gubernur Andra Soni Dukung Jarnas Pemuda Hijau Hijaukan Bantaran Sungai Cibanten

Wartain Banten | Pemerintahan | 24 Januari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau dalam upaya penyelamatan lingkungan sungai melalui kegiatan penghijauan di wilayah perkotaan. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung Gubernur pada kegiatan penanaman 100 pohon kelor di bantaran Kali Bedeng Kasemen, Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan penghijauan berkelanjutan dengan target penanaman lebih dari 1.500 pohon kelor di sepanjang aliran Sungai Cibanten. Program tersebut diinisiasi oleh Jarnas Pemuda Hijau bekerja sama dengan Komunitas Peduli Sungai Banten serta melibatkan anggota Pramuka melalui Kwartir Daerah (Kwarda) Banten.

Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa gerakan menanam pohon merupakan langkah konkret dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mempersiapkan masa depan generasi muda.

“Gerakan menanam pohon ini adalah inisiatif yang baik dan harus kita tindak lanjuti bersama. Apalagi, kegiatan ini melibatkan anak-anak muda yang punya tanggung jawab menjaga masa depan mereka, menjaga alamnya, dan menjaga buminya,” ujar Andra Soni.

Ia menilai penanaman pohon di bantaran sungai memiliki fungsi strategis, tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga mencegah erosi, menjaga kualitas tanah, serta memperbaiki ekosistem sungai.

“Menjaga sungai dan menanam pohon itu penting agar alam tetap terjaga. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk memperkuat program reforestasi, khususnya di wilayah pascatambang yang selama ini masih membutuhkan penanganan serius.

“Kami sedang merencanakan penanaman kembali atau reforestasi, terutama di daerah-daerah pascatambang. Ini tidak boleh dibiarkan, harus kita tanami kembali,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa vegetasi yang ditanam ke depan harus memiliki nilai manfaat bagi masyarakat sekitar, baik secara ekologis maupun ekonomis.

“Tanamannya harus yang bermanfaat bagi masyarakat. Insya Allah, kami butuh masukan agar apa yang kita tanam sesuai kebutuhan dan memberi manfaat nyata,” tambahnya.

Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau, G. Borlak, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan upaya bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan generasi mendatang.

“Tujuan menanam ini adalah merawat lingkungan agar seluruh ekosistem tetap hidup. Kalau kita tidak menyiapkan bekal untuk anak cucu kita, maka kita sedang menyiapkan kehancuran,” ujarnya

Penanaman di Sungai Cibanten menjadi bagian dari program berkelanjutan Jarnas Pemuda Hijau yang secara nasional telah menanam hampir 9.000 pohon di berbagai daerah.

Di Banten, penanaman diawali secara simbolis dengan 100 pohon, dengan target total 1.500 pohon di sepanjang Sungai Cibanten, melanjutkan aksi serupa yang sebelumnya dilakukan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Di sini kami menanam 100 pohon secara seremonial, tetapi total yang kami siapkan di Sungai Cibanten ada 1.500 pohon untuk penanaman berkelanjutan. Penanaman sudah kami lakukan di Jawa Tengah, Jawa Barat (Cirebon, Sukabumi, Bogor), dan hari ini di Banten,” ungkapnya

Ketua Jarnas Pemuda Hijau Provinsi Banten, Agus, menyampaikan bahwa program penanaman pohon akan dilakukan secara berkelanjutan dari hilir hingga hulu Sungai Cibanten dan diperluas ke lahan-lahan kritis lainnya.

“Target di Sungai Cibanten sebanyak 1.500 pohon, dimulai dari hilir lalu dilanjutkan ke hulu. Target total penanaman dalam satu tahun sekitar 2.500 pohon,” jelasnya.

Jarnas Pemuda Hijau Banten juga akan berkomunikasi dengan perusahaan tambang untuk mendorong reklamasi lahan bekas tambang.

“Kami akan berkomunikasi dengan pemilik perusahaan tambang agar lahan-lahan bekas galian bisa ditanami kembali,” katanya.

Pohon kelor dipilih karena mampu menahan erosi, memperbaiki kualitas tanah, serta memiliki nilai gizi dan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum