33.2 C
Jakarta
Jumat, Agustus 29, 2025

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gubernur NTB Buka Simposium Regional Bali–Denpasar–NTB PDSKJI

Gubernur NTB Buka Simposium Regional Bali–Denpasar–NTB PDSKJI

Warta.in
Mataram, Diskominfotik NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka Simposium Regional Bali–Denpasar–NTB yang diselenggarakan oleh Seksi Geriatri-Budaya Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Acara ini berlangsung di Prime Park Hotel, Mataram, pada Rabu (28/08).

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menyampaikan keyakinannya bahwa salah satu persoalan penting yang perlu segera dicarikan solusinya adalah masalah gangguan kejiwaan.

“Saat ini banyak orang yang gagap menghadapi perubahan budaya yang berlangsung begitu cepat. Media sosial membuat kita lebih memahami apa yang terjadi di luar, baik di Jakarta maupun di luar negeri. Akibatnya, kita mengalami kondisi over informasi,” ujar Miq Iqbal.

Ia juga mengutip pendapat salah satu pakar komunikasi, Prof. Jalaluddin Ahmad, yang menyatakan bahwa manusia modern adalah manusia yang mengalami information overload atau kelebihan informasi.

“Beliau bahkan melakukan puasa informasi. Selama satu bulan, ia tidak membaca berita, koran, menonton TV, dan sebagainya. Karena, salah satu penyebab gangguan kejiwaan saat ini adalah terlalu banyaknya informasi sampah yang sebenarnya tidak kita butuhkan,” ujar Miq Iqbal.

Miq Iqbal menyambut baik penyelenggaraan simposium ini. Menurutnya, pembahasan isu-isu kebudayaan dan kejiwaan memiliki korelasi positif yang dapat membantu menyelesaikan sebagian besar persoalan kesehatan masyarakat.

“Jika kita mampu memainstream isu ini, saya yakin separuh dari masalah kesehatan masyarakat akan dapat terselesaikan. Kemarin saya juga berdiskusi dengan Direktur RSJ Mutiara Sukma Prov NTB, bahwa pendekatan kesehatan harus dilakukan secara holistik, bukan hanya pengobatan medis tetapi juga perhatian terhadap aspek kejiwaan.

Paling tidak, melalui simposium ini kita bisa memikirkan bersama satu aspek penting dari kesehatan masyarakat, yang insya Allah akan memberikan kontribusi nyata,” tutup Gubernur. (sr/dkintbb)

 

Berita Terkait