Wartain Banten | Pemerintahan | 30 Desember 2025 — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai permainan catur memiliki filosofi mendalam yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk karakter dan mental kepemimpinan.

Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Babak Final Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Tahun 2025 dan Open Ngeround Akhir Tahun 2025 Percasi Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Lemo Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/12/2025).
Menurut Dimyati, catur bukan sekadar permainan, tetapi sarana efektif untuk melatih pola pikir strategis, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

Pada kesempatan tersebut, Dimyati juga mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta yang mengikuti kompetisi. Ia berharap ajang ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet catur potensial dari Kabupaten Tangerang, sekaligus menjadi wadah positif bagi anak-anak dan remaja.
Ia menambahkan, kegiatan seperti liga catur dapat membantu mengurangi ketergantungan generasi muda terhadap gawai dan hiburan pasif lainnya. Melalui interaksi langsung dalam pertandingan, anak-anak diharapkan mampu membangun sikap sportif dan mental juang.
“Tujuannya adalah agar anak-anak tidak hanya bermain telepon seluler atau menonton televisi saja, tetapi berinteraksi secara nyata. Dengan demikian, mereka akan memiliki jiwa sportif, mental pejuang yang pantang menyerah, dedikasi, integritas, serta jiwa kepemimpinan,” ujar Dimyati.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa catur mengajarkan pentingnya perencanaan, analisis, dan manajemen risiko dalam mengambil keputusan, yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Dalam catur, berpikir dulu baru melangkah, jangan sebaliknya. Lakukan analisis risiko atau analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) terlebih dahulu. Setiap langkah harus dilakukan dengan keyakinan,” tegasnya.
Wagub juga menekankan nilai sportivitas dan saling menghargai karena catur merupakan permainan damai yang mengedepankan intelektualitas.
“Tidak ada perkelahian dalam catur. Baik yang kalah maupun yang menang sama-sama tertawa,” ucapnya.
Catur mengajarkan pemberdayaan peran, kesabaran, ketekunan, kewaspadaan, serta sikap pantang menyerah melalui fungsi penting setiap bidak dalam mencapai tujuan bersama.(WartainBanten)































