URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
26.7 C
Jakarta
Jumat, September 30, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harapan untuk Tetap Berjuang dan Melanjutkan Hidup

Warta.in, Jakarta | – Setiap orang biasanya punya suatu harapan yang tersimpan dalam hatinya. Bahkan terkadang, berkat harapan itu seseorang bisa tetap berjuang untuk melanjutkan hidup.

Sayangnya, beberapa harapan tak selalu sesuai dengan ekspektasi. Tentu ada rasa sedih yang muncul, tapi tentang harapan yang belum tercapai kita tak boleh berhenti untuk terus berjuang.

Harapan yang tak sesuai ekspektasi itu identik dengan kegagalan yang biasanya bermuara ke rasa putus asa. Namun, jika kita percaya dan terus berjuang dengan apa yang kita inginkan, maka akan terbentuk pula pikiran positif bahwa kita pasti bisa bangkit lagi.

Menghadapi situasi yang dipenuhi kesedihan dan membingungkan memang tak mudah. Namun, bukan berarti kita harus larut di dalamnya. Masih ada pilihan lain yang lebih bijak, yaitu dengan mencoba bangkit lagi.

Saat pandangan kita terasa buram karena banyak kegagalan yang harus dihadapi, tak ada salahnya untuk berhenti. Berhenti di sini bukan berati berhenti untuk selamanya, tapi hanya untuk istirahat dan merenungkan kembali harapan kita agar timbul motivasi.

Dalam perenungan, kita juga harus bisa mengasah pikiran kita agar apa yang di harapkan yang tidak sesuai dengan ekspektasi, kita tidak boleh mengeluh atau menyerah. Istirahat ini untuk menghilangkan sedikit rasa penat dalam pikiran kita.

Harapan dalam kehidupan kita itu merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kehidupan agar sesuatu itu terjadi. Dalam mengharapkan sesuatu yang terjadi di harapkan, manusia melibatkan manusia lain atau kekuatan lain di hasil yang telah di lakukan dan di tunggu hasilnya. Jadi, yang di harapkan itu adalah hasil jerih payah dirinya dan bantuan kekuatan lain.

Besar-kecilnya harapan sebenarnya tidak di tentukan oleh luas atau tidaknya wawasan berpikir seseorang, tetapi kepribadian seseorang dapat menentukan dan mengontrol jenis, macam, dan besar kecilnya harap tersebut.

Bila kepribadian seseorang kuat, jenis dan harapan akan berbeda dengan orang yang berkepribadiannya lemah. Pribadi yang kuat akan mengontrol harapan yang se efektif dan se efesien mungkin sehingga tidak merugikan bagi dirinya atau bagi orang lain, untuk masa kini atau masa depan, bagi masa di dunia atau di masa akhirat kelak.

Harapan seseorang juga di tentukan oleh kiprah usaha atau kerja kerasnya seseorang. Orang yang berkerja keras akan memiliki harapan yang besar. Untuk memperoleh harapan yang besar, tetapi kemampuannya kurang, biasanya di sertai dengan bantuan tak terduga, yaitu BERDO’A.

Sebagaimana kita tahu, ekspektasi adalah suatu harapan atau keyakinan yang diharapkan menjadi kenyataan di masa mendatang. Tentu saja, dalam mencapai ekspektasi tersebut harus melalui tindakan nyata. Pasalnya, banyak orang memiliki ekspektasi tinggi di dalam hidupnya, namun tidak dilalui dengan usaha-usaha yang maksimal.

Kata “ekspektasi” sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu expectation dengan kata dasar expect yang memiliki arti menyangka atau mengharapkan. Dengan kata lain, ekspektasi adalah harapan besar bahwa sesuatu akan terjadi atau menjadi masalah di masa mendatang.

Ekspektasi menurut para ahli Boeree (2005), Ekspektasi adalah harapan kesenangan yang tidak konstan, yang timbul dari gagasan tentang sesuatu di masa mendatang.

Adapun kesenangan tersebut ada yang diwujudkan dengan tindakan, namun juga ada yang tidak diwujudkan.

Misalnya, dalam kehidupan kampus seseorang mempunyai harapan akan mendapatkan nilai yang baik pada saat menerima nilai ujian di akhir semester.Pada waktu kuliah dia dituntun untuk selalu mengikuti perkuliahan, dia pasti akan dihadapkan dengan tugas- tugas, menghadapi ujian, dan lain sebagainya.

Sebagai seorang mahasiswa, dia pastinya melewati proses-proses tersebut untuk memperoleh nilai di akhir semester. Dibalik proses yang banyak itulah , terkadang sebesar apapun perjuangan kita, tidak semua yang kita harapkan sesuai ekspektasi.

Seperti yang saya alami pada saat pembagian nilai di semester lalu. Padahal menurut perkiraan, saya pasti akan mendapatkan nilai yang memuaskan, tetapi pada kenyataannya apa yang saya dapatkan? Sungguh tidak sesuai dengan perjuangan saya di waktu sebelumnya.

Hal tersebut membuat saya menjadi kurang bersemangat dalam hal belajar, saya menjadi putus asa dan kehilangan gairah untuk belajar, akan tetapi saya mencoba untuk menepis apa yang saya pikirkan dan mencoba untuk bangkit lagi. Saya kembali rajin belajar, mengerjakan tugas -tugas yang di berikan.

Penulis: Ermelinda Sima

Warta Baru
Warta Terkait