28.9 C
Jakarta
Sabtu, September 25, 2021

Hari Pertama PTM, 3.926 Siswa Yayasan Hang Tuah Sudah Vaksinasi

Hari Pertama PTM, 3.926 Siswa Yayasan Hang Tuah Sudah Vaksinasi

Surabaya, (30/08)
Sekolah-sekolah di Lingkungan Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya mulai tingkat SD, SMP,SMA dan SMK KAL pada awal Pembelajaran Tatap Muka (30/08) sebanyak 3.926 siswa telah melaksanakan vaksinasi dosis pertama yang dilaksanakan di bebrapa lokasi di kota Surabaya dan Sidoarjo.

Ketua Pengurus Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya Letkol Laut (KH) Drs. Ambar Kristiyanto , MSi kepada awak media menuturkan bahwa Yayasan yang ia pimpin telah melaksanakan vaksinasi dosis pertama kepada 3.926 siswa yang di himpun dari dari beberapa lokasi pelaksanaan vaksinasi antara lain di Terminal 1 Bandara Juanda (07/08) , Kemudian (10/08) pelaksanaan vaksinasi di SMA Hang Tuah 1 . Pada (16/08) vaksinasi dilakukan di SMP Hang Tuah 1 , dan hari ini (30/08) kembali di gelar di SMA Hang Tuah1 .

Beberapa sekolah yang telah mengikuti vaksinasi antara lain: 910 siswa dari SMA Hang Tuah 1, 1215 siswa SMA Hang Tuah 2, 118 siswa SMP Hang Tuah 6, 243 siswa SMK KAL-2, 474 siswa SMK KAL-1, 370 siswa SMP Hang Tuah 4, 368 SMA Hang Tuah 4 dan 228 siswa SMP Hang Tuah 5. Hingga rilis ini ditulis data untuk siswa sekolah tingkat SD belum bisa di konfirmasi.

Kegiatan Vaksinasi siswa di sekolah-sekolah Yayasan Hang Huah merupakan tindak lanjut dari Perintah Panglima TNI dan arahan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. yang telah dilaksanakan di seluruh jajaran TNI AL dan masyarakat sekitarnya.

Sekolah dilingkungan Yayasan Hang Tuah karena masih di bawah naungan TNI AL, vaksinasi bagi siswa dilaksanakan oleh tenaga kesehatan ( nakes) dari anggota Dinas Kesehatan Pangkalan Utama TNI AL V ( Lantamal V) Surabaya 12 personil, Rumkit Oepomo 16 personil, yon marharlan 5 personil dan dari pendukung 6 orang.

Valksinasi ini sangat dibutuhkan guna mecegah terjangkit dari virus covid-19, sehingga siswa Yayasan Hang Tuah terlindungi dan jauh dari virus yang membahayakan ini.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Jawa Timur yang baru dimulai (30/08) bagi wilayah dengan PPKM Level 1-3 memang telah di ijinkan oleh pemerintah , paling tidak 50 % dari jumlah siswa dapat melaksanakan PTM selama 2 jam dengan ketentuan tiap mapel durasi waktu hanya 30 menit, sehingga diharapkan sebelum adhan dluhur PTM sudah berakhir, syarat lain yang harus di penuhi seluruh guru./ tenaga kependidikan yang berada di sekolah tersebut harus sudah melaksanakan vaksin.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim saat rapat kerja dengan komisi X DPR RI (23/08) Sekolah Tatap Muka (PTM) Terbatas harus dilakukan lantaran cognitive learning loss pelajar sudah kritis, namun harus tetap mengutamakan protokol kehatan yang ketat. Apalagi sekolah daring terlalu lama begitu beresiko bagi generasi muda Indonesia, penurunan capaian belajar sudah terlihat, banyak anak putus sekolah “tuturnya” (yht/dar).

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img