29.5 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Imlek 2021 Klenteng Cin Tek Yen (Dharma Bakti) Gelar Ibadah Dengan Prokes

Dari era prakemerdekaan, kemerdekaan, hingga datangnya era reformasi, Klenteng yang terletak di Jakarta Barat ini tetap berperan sebagai salah satu tonggak penopang keutuhan Ke-bhinekaan di Indonesia.
Pada prinsipnya, Klenteng Cin Tek Yen tidak hanya berperan sebagai salah satu tempat ibadah bagi etnis Tionghoa saja. Namun juga sebagai bukti historis bahwa keberagaman di Nusantara sudah berlangsung dalam waktu lama. Sehingga bisa dikatakan bahwa Klenteng ini juga menyimpan kekayaan historis yang berguna layaknya sebuah laboratorium riset.

Perayaan imlek di Klenteng Cin Tek Yen adalah saatnya berbagi dengan sesama. Kepada warga sekitar klenteng yang sangat beragam. Saling menebar suka cita dan persaudaraan. Sebab, perayaan Imlek tidak hanya dirayakan oleh warga Tionghoa saja, tapi seluruh warga ungkap Shirley Wijaya Selaku Ketua Vihara Sharma Bakti.

Lebih lanjut ia menjelaskan Klenteng Cin Tek Yen ini begitu erat dengan warga sekitar. Ada banyak fakta sejarah yang bisa dipelajari di klenteng. Bahwa klenteng ini mampu merajut keharmonisan di antara sesama anak bangsa meski terdiri dari latar belakang maupun status sosial yang berbeda-beda. Menjadi sebuah cerminan bahwa persatuan dan kesatuan Indonesia bukanlah hanya slogan belaka.

Salah satu pelajaran penting yang bisa digali dengan kehadiran Klenteng Cin Tek Yen ini adalah bagaimana Klenteng ini berbaur dengan entitas masyarakat lain di sekitamya. Upaya berbaur itu sendiri sudah terbukti dengan nyata, misalnya melalui program maupun kegiatan yang melibatkan serta berguna bagi warga di sekitar Klenteng.

Program warung pojok halal merupakan salah satu program sosial guna mewujudkan kepedulian Klenteng terhadap masyarakat sekitar. Termasuk di dalamnya program pengobatan gratis ungkap Shirley.

Jadi, Klenteng Cin Tek Yen adalah warisan budaya. Dengan dirajutnya rasa saling memiliki dan indahnya hidup berdampingan itulah yang kemudian menjadikan Klenteng Cin Tek Yen tidak lagi asing bagi komunitas di luarnya. Bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak hanya memanjakan keindahan arsitektur, Klenteng ini juga menjadi primadona oleh saratnya pelajaran yang bisa dipetik saat berkunjung terangnya.

Klenteng Cin Tek Yen pada akhinya merupakan warisan keberagaman Indonesia yang perlu dirawat terus-menerus. Klenteng ini harus Mampu menjawab dinamika sosial Tanah Air yang memang penuh dengan beragam tantangan. Bangsa Indonesia yang majemuk harus terus dirawat dalam bingkai Kebinekaan. Tentu saja Merawat kemajemukan itu merupakan tugas bersama seluruh komponen bangsa jelasnya.

Seluruh kegiatan harus tetap mengikuti prokes. Selain memastikan pengunjung hanya 25 persen dari kapasitas bangun, Pemerintah Kota Jakpus Pusat akan menempatkan petugas untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Terkait dengan tahun Kerbau Logam ada hal yang bisa digambarkan yakni, Kerbau identik dengan kerja. Tahun ini harus diisi dengan kerja keras setelah tahun lalu kita melalui pandemi covid-19.

Saat ini, pemerintah sudah menjalankan program vaksinasi corona. Vaksinasi juga masih terus. Kita berharap semua lancar dan seluruh rakyat mendapatkannya secara gratis. Dengan begitu, diharapkan perekonomi akan membaik.Artinya, isi dengan kerja keras. Hilangkan perbedaan yang ada. Kita ini satu Bangsa Indonesia.

Di sisi lain membangun keutuhan sebagai bangsa majemuk seperti di negeri ini adalah sebuah tantangan besar. Apa yang sudah dicapai hari ini bukan hasil kerja semalam. Bhineka Tunggal Ika akan kokoh bila unsur-unsur dan berbagai elemen yang menopangnya solid dalam keberagaman.

Tidak semua bangsa dapat melalui proses ini dengan mulus. Indonesia pun memetik banyak pelajaran berharga untuk senantiasa memperkuat ke-bhineka-an ini. Bila abai merawatnya, bingkai persatuan ini bisa pecah berantakan.Saatnya kita kawal dan terus merawat ke-bhinekaan pungkasnya

Pewarta:(Akbaruddin).

Latest news

Related news