Wartain Banten | Pemerintahan | 05 Februari 2026 — Pameran kerajinan tangan terbesar di Indonesia, INACRAFT 2026, menjadi momentum strategis bagi perempuan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Provinsi Banten untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat global.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengatakan bahwa INACRAFT 2026 menjadi pemantik semangat bagi para womenpreneurs untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produk unggulannya.

Tinawati juga mengajak masyarakat serta seluruh kepala daerah di Provinsi Banten untuk memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan yang menyasar penguatan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekraf yang berkelanjutan.
“Mohon dukungan dari masyarakat dan seluruh kepala daerah di Provinsi Banten untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang menyasar ekonomi kreatif,” kata Tinawati usai menghadiri Opening Ceremony INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (4/2/2026).
Pembukaan INACRAFT 2026 turut dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming. Dalam kesempatan tersebut, Tinawati menegaskan komitmen Dekranasda Banten untuk terus mendorong pengusaha perempuan agar aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten.
“Alhamdulillah, hari ini saya menghadiri Opening Ceremony INACRAFT 2026,” paparnya.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan INACRAFT 2026 dengan tema Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft merefleksikan peran strategis perempuan dalam subsektor kriya.
“Perempuan telah menjadi inovator, wirausaha, dan penjaga nilai budaya yang telah ikut serta dalam memberikan kontribusi nyata dalam membuat ekonomi keluarga, menggerakkan ekonomi daerah, serta menghadirkan produk-produk kriya yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS, subsektor kriya menjadi kontributor utama ekspor ekonomi kreatif sepanjang 2025, menunjukkan nilai strategisnya bagi perdagangan dan ekonomi nasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kriya memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai penerang perdagangan dan nilai tambah ekonomi nasional,” paparnya.
INACRAFT 2026 pun diharapkan menjadi ruang promosi, kolaborasi, dan inspirasi lahirnya lebih banyak womenpreneurs unggul di Indonesia.
“Ini menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak womenpreneurs unggul di seluruh Indonesia,” paparnya.
Kepala Disperindag Provinsi Banten Iwan Hermawan menyampaikan bahwa Banten menampilkan berbagai kerajinan khas daerah di INACRAFT 2026, termasuk produk yang telah menembus pasar internasional seperti tas kulit ikan pari dan anyaman pandan.
Produk-produk di stan Provinsi Banten dinilai memiliki pasar potensial, terbukti dari tingginya omzet dan minat pengunjung di setiap ajang pameran..(WartainBanten)































