Samosir, Opung Guru Ambosa Sitanggang Silo dan istrinyq Opung boru Naibaho Siagian berasal dari Dolok Sohaliapan Kenegerian Buhit yang memiliki anak bernama Opung Tongam Sitanggang Silo yang lahir sekitar 150 tahun lalu. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, Opung Tongam Sitanggang Silo turun dari Dolok Sohaliapan Kenegerian Buhit (sekarang masuk Desa Parlondut Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir) dan membuka tempat baru yang kemudian dinamai Lumban Silo (sekarang masuk Desa Parsaoran 1 Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir), disitulah Opung Tongam Sitanggang Silo dan istrinya Opung boru Sihotang menjalani kehidupannya bersama keturunannya.
Opung Tongam Sitanggang memiliki 2 orang anak yaitu Sindak Sitanggang dan Filipus Sitanggang (selanjutnya Filipus Sitanggang dan istrinya boru Samosir, merantau ke Perdagangan). Huta Lumban Silo pun dihuni oleh keturunan Sindak Sitanggang dan istrinya boru Nainggolan.
Sebagai pembuka tempat baru (Sipukka Huta), Opung Tongam mendirikan 1 (satu) rumah kayu ciri khas rumah Batak, yang menjadi tanda bahwa Opung Tongam lah yang pertama menjadikan tempat tersebut sebagai tempat tinggalnya dan sampai kini Rumah Batak itu tetap ada di kampung / huta Lumban Silo.
Generasi pertama dari Opung Tongam Sitanggang adalah Sindak Sitanggang dan Filipus Sitanggang
Generasi kedua yang merupakan keturunan dari Sindak Sitanggang & istrinya boru Nainggolan adalah : (1) Garis Sitanggang yang menikah dengan boru Nainggolan, (2) Dapot Sitanggang yang menikah dengan boru Nainggolan, (3) Mangihut Sitanggang yang menikah dengan boru Nainggolan, (4) Ramos Sitanggang yang menikah dengan beru Sembiring
Generasi ketiga yang merupakan keturunan dari Garis Sitanggang & boru Nainggolan adalah : (1) Hotma Sitanggang yang menikah dengan boru Hombing, (2) Sonang Sitanggang yang menikah dengan boru Sigiro
Generasi ketiga yang merupakan keturunan dari Dapot Sitanggang & boru Nainggolan adalah : (1) Karudin Sitanggang yang menikah dengan boru Girsang (2) Tahi Sitanggang yang menikah dengan boru Silalahi
Generasi ketiga yang merupakan keturunan dari Mangihut Sitanggang & boru Nainggolan adalah : (1) Sudung Sitanggang yang menikah dengan boru Nainggolan, (2) Joni Sitanggang yang menikah dengan boru Sinurat, (3) Gibson Sitanggang yang menikah dengan boru Nainggolan, (4) Polman Sitanggang yang menikah dengan boru Gultom (5) Edu Sitanggang yang menikah dengan boru Pandiangan
Generasi ketiga yang merupakan keturunan dari Ramos Sitanggang & boru Sembiring adalah : (1) Syamsudin Sitanggang yang menikah dengan boru Nainggolan, (2) Johannes Sitanggang
Generasi keempat yang merupakan garis pertama yang menjadi sijunjung baringin adalah keturunan dari Hotma Sitanggang & boru Hombing yang bernama Darwin Sitanggang yang menikah dengan boru Marpaung. Darwin Sitanggang mempunyai 2 orang adik lelaki yaitu Bukti & Serasi
Generasi kedua yang merupakan keturunan dari Filipus Sitanggang & istrinya boru Samosir adalah : (1) Daram Sitanggang yang menikah dengan boru Sitinjak, (2) Karis Sitanggang yang menikah dengan boru Samosir, (3) Elly Sitanggang yang menikah dengan boru Manurung (4) Dangse Sitanggang yang menikah dengan boru Parhusip
Generasi ketiga yang merupakan keturunan dari Daram Sitanggang & boru Sitinjak adalah : (1) Morlan Sitanggang yang menikah dengan boru Nainggolan, (2) Parlin Sitanggang yang menikah dengan boru Naibaho. (3) Polber Sitanggang yang menikah dengan boru Silalahi, (4) Mangana Dongan Sitanggang yang menikah dengan boru Manjuntak
Generasi ketiga yang merupakan keturunan dari Karis Sitanggang & boru Samosir adalah : (1) Moklen Sitanggang yang menikah dengan boru Sianipar, (2) Artimes Sitanggang yang menikah dengan boru Samosir
Generasi ketiga yang merupakan keturunan dari Elly Sitanggang & boru Manurung adalah : (1) Jonny Sitanggang yang menikah dengan boru Pasaribu, (2) Rudi Hartono Sitanggang yang menikah dengan boru Sitorus, (3) Gunawan Sitanggang yang menikah dengan boru Hutabarat
Generasi ketiga yang merupakan keturunan dari Dangse Sitanggang & boru Parhusip adalah : (1) Maruba Sitanggang yang menikah dengan boru Marpaung, (2) Rinto Sitanggang yang menikah dengan boru Parhusip, (3) Riduanto Sitanggang yang menikah dengan boru Lumban Tungkup, (4) Martono Sitanggang yang menikah dengan boru samosir (5) Ermis Sitanggang yang menikah dengan boru Lumban Siantar
Hukum adat suku Batak mengikuti garis darah lelaki yang membawa marga bagi keturunannya, sehingga anak anak perempuan tidk dimasukkan dalam silsilah keluarga. Begitu jugalah di silsilah keluarga Opung Tongam Sitanggang Silo ini, hanya mencatat nama nama anak cucu cicit lelaki nya saja
Rumah Batak yang ada di Huta Lumban Silo merupakan peninggalan Opung Tongam Sitanggang. Kami tetap merawat Rumah Batak tersebut karena itu merupakan pertanda bahwa Opung Tongam Sitanggang lah yang menjadi Sipukka Huta di Huta Lumban Silo. Disitu dibangun beberapa rumah kerabat kami yang awalnya kakek mereka maenumpang tinggal di Huta Lumban Silo ini

Kami sudah menanyakan ke Pengadilan Negeri Balige dan diperoleh keterangan bahwa Huta Lumban Silo tidak tercatat di Boekoe Radja Bius Hoendoelan Pangururan, yang artinya Huta Lumban Silo hanya merupakan kampug kecil yang buka oleh opung kami Opung Tongam Sitanggang dan dinamai Huta Lumban Silo. Sebagai bukti nyata adalah peninggalan berupa Rumah Batak dan kuburan yang ada di Huta Lumban Silo. Walaupun hampir semua keturunan Opung Tongam Sitanggang merantau, Huta Lumban Silo tetap merupakan kampung kami kerturunan Opung Tongam, tegas Jonni Sitanggang yang menetap di Kota Tebing Tinggi (red)















