33.4 C
Jakarta
Jumat, Juli 30, 2021

Irma Suryani: Adakan Vaksinasi Gratis Ketimbang Omong Kosong

Jakarta – Politisi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan stop omong kosong atau banyak bicara, saatnya pemerintah dan rakyat bahu-membahu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang masih berlangsung.

“Ibas jangan cuma bisa bikin statement negara Gagal, kalo tidak punya sense of crisis pada negara dan rakyat dalam menanggulangi pandemi, stop omong kosong saat pemerintah dan rakyat bahu membahu memutus mata rantai penyebaran pandemi, lebih baik adakan vaksinasi gratis untuk rakyat dari pada omdo,” ujar Irma dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar, Kamis, 8 Juli 2021.

Menurut Irma, ketua fraksi Partai Demokrat Edy Baskoro Yudhoyono yang menyatakan indonesia negara gagal atasi pandemi adalah pencerminan dari statement wakil rakyat yang gagal paham, gagal sebagai wakil rakyat dan gagal cerdas.

Mereka sama sekali tidak memposisikan diri sebagai warga negara yang punya hak dan tanggung jawab mereka hanya berfikir bagaimana caranya agar pemerintah terlihat buruk dengan statement-negatif

“Sebagai ketua fraksi partai demokrat saya tidak melihat tindakan nyata dari yang bersangkutan untuk ikut menyingsingkan lengan baju membantu rakyat mengatasi side effect pandemi, gagal cerdas karena ditengah pandemi yang menyerang dunia tidak mudah bagi sebuah negara untuk segera keluar dari pandemi ini,” ucap Irma.

Ia mengatakan bagaimana pandemi Covid-19 akan selesai, jika hanya banyak orang yang pintar kritik. Namun, tidak melakukan apa-apa untuk rakyat, padahal mereka adalah wakil rakyat.

“Bagaimana mau cepat keluar dari pandemi ? Jika oposan nya tdk memiliki sense of belonging terhadap bangsa dan negara ? Yang ada hanya pintar kritik tetapi tdk melalukan apapun untuk rakyat yang mereka wakili,” karanya.

Gagal faham, kata Irma, karena hanya bisa memberikan statement tanpa melihat apa akar permasalahan yang membuat sulit pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

“Bayangkan, setiap pemerintah bikin regulasi, selalu saja ditentang degan alasan bertentangan dengan HAM, Agama dan lain-lain. Mereka cuma bisa menghalang halangi pemerintah untuk bekerja baik hanya untuk kepentingan politik,” ujar Irma.

Irma menilai banyak sekali yang tidak memposisikan diri sebagai warga negara yang memiliki hak tanggung jawab. Namun, kata Irma, wakil rakyat banyak berfikir untuk mengkritik pemerintah agar terlihat buruk.

“Mereka sama sekali tidak memposisikan diri sebagai warga negara yang punya hak dan tanggung jawab, mereka hanya berfikir bagaimana caranya agar pemerintah terlihat buruk dengan statement-statement negatif,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa ketua fraksi Partai Demokrat tidak pernah melakukan aksi selama pandemi. Sebut saja membagikan sembako, vaksinasi gratis dan lain sebagainya.

“Selama pandemi apa sih yang sudah dilakukan ketua fraksi Demokrat untuk rakyat yang diwakilinya? Nol besar kan? Pernah nggak demokrat bikin vaksinasi gratis untuk para pemilihnya misalnya? Atau membagikan paket obat untuk pasien Covid-19 atau membagikan sembako. Kalau ada anggora DPR nya bagi sembako itukan uang rakyat juga yang mereka peroleh dari dana reses atau Kundapil,” kata Irma.

Menurut Irma, wakil rakyat yang cerdas itu bukan hanya bisa membuat statement, tapi nol tindakan, apalagi hanya bisa membuat statement politis, sangat tidak berempati dan tidak sensitif cricis.{ tagar.id }

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!