Warta.in||Buol, Sulawesi Tengah — Kilo 16 kembali menjadi titik panas.Di tengah sorotan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang disebut terus berlangsung, kini muncul isu yang lebih sensitif: nama Syam, seorang ASN yang disebut bertugas di lingkup PUPR Kabupaten Buol, disebut-sebut berada dalam pusaran dugaan praktik tambang emas ilegal tersebut.(1/3/26)
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber lapangan menyebut aktivitas tambang di kawasan Kilo 16 bukan lagi isu samar.
Pergerakan alat berat, distribusi material, hingga mobilitas pekerja disebut berlangsung cukup terbuka.
Jika benar tanpa izin resmi, maka praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Mineral dan Batubara yang mengatur sanksi pidana tegas.
Munculnya nama seorang aparatur sipil negara dalam dugaan aktivitas tersebut memicu pertanyaan serius.
ASN terikat pada kode etik dan kewajiban menjaga integritas serta tidak terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan hukum.
Jika benar terlibat, ini bukan sekadar pelanggaran biasa—melainkan persoalan etik dan hukum yang berat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Syam terkait isu yang beredar.
Media juga berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait di lingkup PUPR dan aparat penegak hukum guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
Di sisi lain, publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap aktivitas tambang di Kilo 16. PETI bukan hanya persoalan administrasi.
Ia membawa dampak lingkungan serius: kerusakan lahan, potensi pencemaran air, hingga risiko keselamatan akibat lubang tambang terbuka.
Kasus ini kini menjadi ujian integritas, bukan hanya bagi individu yang namanya disebut, tetapi juga bagi institusi tempatnya bernaung dan aparat penegak hukum di wilayah Buol.
Transparansi dan penegakan hukum yang setara menjadi tuntutan yang tak bisa dihindari.
Hak jawab tetap terbuka bagi Syam maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi resmi.
Publik menunggu penjelasan yang jernih dan langkah konkret, agar kebenaran tidak tenggelam di tengah panasnya isu Kilo 16.(bersambung)





























