*Jelang Idul Fitri 1447 H, Polda Bengkulu Matangkan Operasi Ketupat Nala 2026 untuk Amankan Mudik*

BENGKULU – Polda Bengkulu telah melakukan berbagai persiapan menyeluruh untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026, yang bertujuan untuk mengamankan arus mudik serta menjaga kondusivitas situasi selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu, Kombespol Ichsan Nur, S.IK, ketika beliau menjadi narasumber dalam acara talk show yang disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi lokal BeTV, pada hari Rabu sore, 19 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Kombespol Ichsan Nur, S.IK menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Nala merupakan program operasional terpusat yang telah menjadi tradisi tahunan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dengan tujuan utama untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban umum, serta kelancaran aliran lalu lintas di seluruh wilayah, khususnya di Provinsi Bengkulu, selama masa pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri, pada saat perayaan berlangsung, dan juga dalam periode arus balik pasca Lebaran.
“Operasi ini difokuskan secara khusus pada pengamanan seluruh jalur yang menjadi laluan utama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik, serta melakukan antisipasi menyeluruh terhadap segala bentuk potensi gangguan yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas), sehingga seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Bengkulu dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kedamaian,” jelasnya dengan tegas dan penuh keyakinan.
Pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026 akan dimulai beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, tepatnya mulai tanggal 25 Maret 2026, dan akan berlangsung hingga tanggal 7 April 2026, yang mencakup masa arus balik pasca perayaan. Untuk mendukung pelaksanaan operasi ini secara maksimal, Polda Bengkulu telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait, sehingga pelaksanaannya akan melibatkan personel gabungan dari berbagai institusi, di antaranya Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu, serta seluruh instansi terkait lainnya seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.
Sebagai langkah awal dalam persiapan, Polda Bengkulu melalui Divisi Lalu Lintas telah melakukan pemetaan yang cermat dan mendetail terhadap seluruh titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi rawan kemacetan lalu lintas serta daerah yang sering menjadi tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah Provinsi Bengkulu. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pemantauan dan pengamanan adalah jalur lintas barat Sumatera yang melintasi wilayah Bengkulu, kawasan wisata populer seperti Pantai Panjang dan Curug Cipendok, pusat-pusat perbelanjaan besar di Kota Bengkulu dan Kabupaten sekitarnya, serta Pelabuhan Pulau Baai yang menjadi salah satu pintu masuk utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan moda transportasi laut.
Guna mengantisipasi terjadinya kepadatan yang berlebihan pada arus kendaraan selama masa mudik dan balik, Polda Bengkulu telah menyusun strategi yang komprehensif dengan menerapkan sistem rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai dengan kondisi lapangan yang terjadi. Beberapa jenis rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan antara lain sistem buka-tutup jalan pada waktu-waktu tertentu, pengalihan arus kendaraan ke jalur alternatif yang telah disiapkan sebelumnya, hingga penerapan sistem satu arah (one way) pada beberapa ruas jalan yang dianggap memiliki kapasitas terbatas.
Selain fokus pada pengaturan lalu lintas, Polda Bengkulu juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung yang akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Berbagai pos pengamanan, pos pelayanan umum, serta pos terpadu telah dibangun dan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis sepanjang jalur mudik utama. Di pos-pos tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai jenis bantuan dan pelayanan, seperti pertolongan pertama bagi mereka yang mengalami kesulitan selama perjalanan, informasi terkait kondisi lalu lintas terkini, serta fasilitas umum lainnya seperti tempat istirahat dan air minum yang siap disediakan secara cuma-cuma.
Di bidang kamtibmas, Polda Bengkulu juga tidak mengabaikan aspek keamanan wilayah yang ditinggalkan oleh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Oleh karena itu, pihaknya akan meningkatkan intensitas kegiatan patroli secara signifikan, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk yang berpotensi menjadi sasaran tindak kriminalitas seperti pencurian atau perusakan properti. Patroli akan dilakukan secara berkala baik pada siang hari maupun malam hari, dengan menggunakan kombinasi patroli darat menggunakan kendaraan serta patroli kaki di wilayah yang sulit dijangkau oleh kendaraan.
“Kami juga ingin mengimbau seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk memastikan keamanan rumah atau tempat tinggal sebelum ditinggalkan, seperti memastikan semua pintu dan jendela terkunci dengan baik, mematikan semua peralatan listrik yang tidak diperlukan, serta melakukan koordinasi dan berkomunikasi dengan aparat keamanan setempat atau juga dengan tetangga untuk saling mengawasi kondisi rumah selama periode mudik berlangsung,” tambah Kombespol Ichsan Nur, S.IK dalam keterangannya.
Selain itu, Polda Bengkulu juga menekankan secara tegas pentingnya adanya sinergi yang kuat antara seluruh instansi terkait serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026. Menurut pihaknya, keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama masa Lebaran tidak dapat dicapai hanya oleh pihak kepolisian saja, melainkan membutuhkan kerja sama yang erat dan dukungan penuh dari semua elemen masyarakat.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan secara matang dan komprehensif ini, Polda Bengkulu berharap bahwa arus mudik dan balik selama Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan sangat lancar, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan hingga pada tingkat yang seminimal mungkin, serta situasi kamtibmas di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu tetap dapat dijaga dalam kondisi yang aman, kondusif, dan penuh kedamaian selama seluruh periode perayaan Idul Fitri. (HD)






























