27.3 C
Jakarta
Sabtu, September 25, 2021

Jika Seorang Pimpinan Yang Diabaikan Bawahaan Rubahlah Sifat Anda

*Yang Perlu Dipelajari Jika Kita Jadi Pimpinan*

 

*1. Gaya kepemimpinan yang tidak pas*

 

Ada banyak gaya kepemimpinan yang dikemukakan oleh para ahli. Gaya tersebut bukanlah bawaan sejak lahir, melainkan bisa dipelajari dan dikembangkan. Suatu gaya kepemimpinan bisa jadi cocok untuk suatu kelompok, tetapi tidak cocok diterapkan untuk kelompok lainnya. Oleh sebab itu, atasan harus memerhatikan dan memilah dengan baik gaya kepemimpinan mana yang cocok untuk bawahannya. Ketidaksesuaian gaya kepemimpinan yang digunakan bisa membuat atasan diabaikan.

 

*2. Tidak konsisten atau Plin plan*

 

Cepat berubah pikiran atau lebih dikenal dengan istilah plin plan bisa sangat menyusahkan seseorang. Ketidakkonsistenan atasan akan membuat bawahannya bingung dalam bertindak. Anda bisa diabaikan bawahan karena tidak konsisten dengan apa yang Anda katakan dan lakukan.

 

*3. Mengambil keputusan seenaknya*

 

Hal ketiga ini menjadi satu di antara tanda atasan tidak peduli dengan keberadaan bawahannya. Memutuskan segala sesuatu secara sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi hanya demi kepentingan pribadi akan membuat Anda diabaikan, bahkan dibenci. Oleh sebab itu, berhentilah mengabaikan bawahan jika tidak ingin diabaikan bawahan.

 

*4. Tidak menghargai bawahan*

 

Setiap orang tentu akan senang jika kerja kerasnya diapresiasi. Apresiasi yang diberikan mencerminkan adanya kepedulian dan perhatian. Sebetulnya apresiasi kecil yang ditunjukkan atasan, seperti menepuk punggung atau mengajak makan siang bersama sudah bisa membuat bawahan senang karena merasa usahanya dihargai. Penghargaan yang ditunjukkan akan membuat mereka merasa diakui keberadaannya. Namun, jika atasan justru melakukan hal sebaliknya, yakni tidak pernah menghargai kerja keras bawahan, keberadaan atasan tersebut pun sewaktu-waktu akan tidak dihargai pula oleh bawahan. Jika sudah demikian, instruksi, imbauan, nasihat, dan lain sebagainya dari atasan akan diabaikan.

 

*5. Tidak berkompeten*

 

Penunjukkan Anda sebagai atasan wajarnya disebabkan kompetensi yang Anda miliki lebih dari yang lainnya. Dengan kompetensi yang lebih tersebut, atasan akan memimpin bawahannya dalam menjalankan tugas. Atasan yang tidak berkompeten biasanya akan cenderung memerintah saja, tanpa mau melibatkan diri secara langsung. Jika kemudian terjadi masalah atau muncul kendala, atasan yang demikian bukannya berusaha mencari solusi terbaik, melainkan malah sibuk menyalahkan. Hal itu bisa membuat bawahan meragukan dan mengabaikan Anda.

 

*Semoga Bermanfaat*

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img