25.6 C
Jakarta
Kamis, Oktober 21, 2021

Kabag TU P3E Suma Raih Gelar Doktor Tepat di Momen Harkitnas

Warta.in, Makassar – Hari Kebangkitan Nasional ke 113 tahun di bulan Mei 2021 menjadi momen bersejarah bagi Azri Rasul, Kepala Tata Usaha Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sulawesi dan Maluku. Pasalnya merampungkan Program Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik di Universitas Hasanuddin Makassar.

Kegiatan ujian promosi Doktor dihelat di Gedung Fisip Unhas dengan metode daring serta luring. Kamis, 20 Mei 2021.

Promotor dalam sidang tersebut yakni Prof. Dr. HM Thahir Haning, M.Si. Dua Co-Promotor antara lain Prof Dr Muh. Akmal Ibrahim, M.Si dan Dr. Gita Susanti, M.Si.

Bertindak sebagai penguji/penilai antara lain Dr. Badu Ahmad, M.Si, Dr. Muhammad Yunus, MA, Dr. Nurdin Nara, M.Si., serta penguji eksternal dari UNM Makassar yakni Prof Dr Haedar Akib, M.Si.

Turut hadir Direktur Pasca Sarjana Unhas Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Muslim Maros Prof Ilmi Idrus, Atase pendidikan Indonesia di Thailand,  Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Dr.Darhamsyah, M.Si.

Kemudian Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ir.Darmawangsa Muin, M.Si,  Andi Tenri Indah Darmawangsa Muin, Wakil ketua DPRD Kabupaten Gowa serta tamu undangan lainnya baik secara langsung dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaannya.

Sementara itu , peserta virtual yang hadir antara lain Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK , Rosa Vivien Ratnawati, S.H , M.H serta Direktur sampah KLHK , Novrizal Thahar, Majelis Wali Amanat Unhas,  Senat Akademik Unhas,  para rekan, sahabat kolega.

Sidang ujian terbuka promosi doktor dibuka oleh ketua sidang, selanjutnya diberikan waktu kepada promotor untuk menyampaikan profil promovendus dan mengajukan pertanyaan. Selanjutnya ko-promotor, tim penilai, dan tim penguji memberikan pertanyaan seputar disertasi calon doktor yang berjudul “Model Adaptive  Colloborative Management”( ACM) dalam Pengelolaan Sampah di Kota Makassar, Promovendus berhasil mempertahankan Disertasinya serta menjawab dengan baik pertanyaan yang dilontarkan, sehingga berhasil lulus.

Lebih lanjut, disertasi Dr. Azri Rasul mengungkapkan  tujuan penelitiannya yang menerapkan teori “Adaptive  Colloborative Management” ACM dalam 12 dimensi pengelolaan sampah di kota Makassar.

“Serta melalui serangkaian penelitian pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta menggunakan sumber daya primer dan sekunder pada penelitian dan memakai analisis data dalam keabsahan data dengan lokasi penelitian di Kota Makassar,”jelas Dr Azri Rasul yang juga menjabat sebagai Kepala Tata Usaha P3E Suma KLHK ini.

Teori yang digunakan melalui konsep ACM, menajemen pengelolaan bersama yang adaptif. Menjadikan suatu konsep atau model sebagai salah satu alternatif solusi yang relevan saat diperhadapkan dengan lingkungan kebijakan yang dinamis, seperti pengelolaan sampah di kota Makassar.

Dimana  dimensi konsep “Adaptive  Colloborative Management” ACM merupakan suatu sistem pengelolaan sumberdaya berbasis Masyarakat yang fleksibel dan disesuaikan dengan tempat dan situasi tertentu serta bekerja dan didukung oleh berbagai organisasi pada skala yang berbeda.

Menurut Dr.Azri Rasul ada 12 elemen Penting dalam Adaptive Colaborative Management

1. Bridging Organizations/organisasi penghubung yakni,
(Organisasi/Lembaga penghubung adalah perantara (bukan individu), dan
perhatian dalam tema ini adalah pada peran yang dimainkan oleh badan-
badan ini. Perhatian diberikan pada bagaimana mereka saling mendukung antar dimensi.

2. Conflict/konflik yakni, Konflik mencakup ketegangan yang timbul antara individu dan organisasi di meliputi: resolusi konflik, mekanisme untuk menyelesaikankan konflik, peluang yang terkait dengan konflik.

3.Enebling Conditions /Kondisi yang memungkinkan, yakni mencakup keadaan yang sentral untuk memungkinkan)
mengembangkan dan/atau mempertahankan proses ACM. meliputi undang-undang atau kebijakan, peran pemerintah, pendanaan.

4.Incentives,/insentif yakni mencakup hal-hal yang menghambat, mempertahankan, atau
menghilangkan ACM. Gagasan umum tentang insentif diidentifikasi sebagai katalis baik moneter maupun non-moneter. berfokus pada
punishment dan reward yang bergantung pada pencapaian / perilaku tertentu.

5.Knowledge/pengetahuan  yakni Informasi keterampilan / keahlian, pengalaman pandangan dunia yang dibawa oleh individu dan organisasi ke ACM, yang meliputi kombinasi pengetahuan, jenis pengetahuan, bentuk dan fungsi informasi, komunikasi
pengetahuan, kontrol pengetahuan, dan pengetahuan dalam kaitannya dengan dimensi-dimensi lain.

6.Leadership/ Kepemimpinan yakni Tindakan memimpin atau munculnya bimbingan (oleh individu atau organisasi) yang muncul sebagai tema kepemimpinan. Ada atau tidaknya itu biasanya dihubungkan dengan keberhasilan atau kegagalan ACM dan karakteristik terkait kunci yang dibahas.

7. Learning /pembelajaran yakni menyangkut bagaimana pengetahuan diperoleh dan digunakan dalam kaitannya dengan ACM. Perhatian juga diberikan pada pengaruh proses pembelajaran pada ACM serta interaksinya dengan dimensi dimensi lain. Pembelajaran sosial muncul dengan kekuatan yang cukup besar. pengalaman belajar, pemantauan dan evaluasi, dan pembelajaran transformatif.

8. Networks/Jejaring yakni
Jaringan meliputi koneksi (secara struktural dan fungsional) antara dan diantara entitas, mencakup fitur jaringan (mis, lintas skala, multi-level), jenis jaringan (mis., Formal, informal), dan hubungan dengan dimensi lain (mis. Modal sosial, pembelajaran, pengetahuan).

9. Organizational
Interactions/Interaksi orgarnisasi yakni mempertimbangkan hubungan antara dan di antaranya organisasi (formal dan informal). Sifat tautan ini (horizontal dan vertikal)
sejauh mana mereka melintasi skala dan level, kecocokan dengan ekosistem, dan konsekuensinya (misalnya Meningkatkan kecocokan)

10.Shared Power/Pemberdayaan
Kekuatan yakni Kekuatan bersama adalah premis dasar ACM dan sering dianggap
sebagai elemen struktural. Tema in sering digunakan dalam pengertian umum untuk menyampaikan kemampuan kolektif untuk memengaruhi atau mengerahkan otoritas. Sub tema meliputi: pemberdayaan, devolusi kekuasaan (desentralisasi), dan penekanan pada hak milik.

11. Shared Responsibility/Berbagi Tanggung jawab yakni Tanggung jawab bersama mengacu pada pembagian kewajiban bersama untuk pertimbangan sumber daya atau lingkungan. Memasukkan hak dan
mengalihkan tanggung jawab adalah pertimbangan umum.

12. Trust/Kepercayaan berfokus pada hubungan antara mausia dan lembaga. Kepercayaan dianggap sebagai pengaruh utama pada keberhasilan atau kegagalan ACM. Ini diperiksa dalam studi kasus dan disorot sebagai tautan penting dalam membangun hubungan lintas-skala dan lintas-level.

Setelah melewati ujian Doktor secara terbuka, akhirnya Dr. Azri Rasul, SKM, M.Si, M.H resmi menyandang gelar doktor lulusan Unhas dari Program Doktor Administrasi Publik , Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik .

Prof. Dr.Armin Arsyad, M.Si selaku Pimpinan sidang yang juga Dekan Fakultas ilmu Sosial dan ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, menyampaikan selamat kepada Dr. Azri Rasul yang resmi menyandang gelar Doktor dari Program  Doktor Administrasi Publik , FISIP Unhas.

“Topik yang diambil merupakan topik sangat menarik dan merupakan permasalahan umum, Masalah sampah di kota Makassar walaupun Makassar telah mendapat Adipura masih dibutuhkan manajemen pengelolaan sampah lebih lanjut,” ungkap Prof Armin Arsyad.

Dekan Fisip Unhas  ini menambahkan perlunya kesadaran kolektif di masyarakat semuanya berkoloborasi bersama pemerintah.

“Sampah jika dikelola dengan baik maka sampah menjadi sumber penghasilan ekonomi,” pungkas Prof Armin Arsyad

Dikesempatan yang sama, melalui virtual meeting,  Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan ucapan selamat atas prestasi capaian akademik Dr.Azri Rasul.

“Mengapresiasi setinggi tingginya atas pencapaian yang luar biasa untuk  Satu capaian Gelar yang tertinggi,” ucap  Rosa Vivien Ratnawati Dirjen PSLB3 KLHK.

“Semoga  pencapaian ilmunya dapat diaplikasikan dan Indonesia punya target  Indonesia Bersih 2025 sesuai target capaian 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan Serta kita optimis penanganan sampah dapat teratasi melalui salah satu hasil penelitian Dr Azri Rasul ini dan Kota Makassar akan lebih bersih lagi,” pungkas Dirjen PSLB3 KLHK.

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img