29.8 C
Jakarta
Rabu, Desember 8, 2021

Kabupaten Toba terima mesin pengolahan sampah dari kemenko marvest

Array

Warta.in – Toba
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memberikan bantuan berupa satu unit Insinerator (alat pembakar residu sampah) kepada Pemerintah Kabupaten Toba, di Kawasan Terpadu Desa Lumban Pea Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (10/03/2021) sekira pukul 13.30 Wib

Turut hadir dalam acara ini Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Neni Hendiarti bersama-sama dengan Bupati Kabupaten Toba Ir.Poltak Sitorus, Sekda Kabupaten Toba Audi Murphi Sitorus, Deputy BSN Pusat Ibu DR. Zakiyah, MM, General Manager PTTEP Indonesia Grinchai Hattagam, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba Mintar Manurung, Kepala Balai PPW Sumut Syafriel Tansier, Direktur Bank Sampah Bersinar Bandung Ibu Fey Nababan, Inisiator IAS KabupatenToba Ir.Parlin Sianipar MT, Kepala Desa Lumban Pea Torang Tambunan, SD Negeri HKBP I Balige dan masyarakat setempat

Peresmian secara simbolis ditandai dengan penggunaan pertama kali insinerator pemusnah sampah STUNGTAxPINDAD produksi BUMN PT. Pindad (Persero) serta pembukaan rekening nasabah Bank Sampah.   Peresmian dihadiri juga oleh Deputi Dukungan Bisnis SKKMIGAS Rudi Satwiko, Kepala Badan Standardisasi Nasional Kukuh S. Achmad dan Direktur Utama PT. Pindad Abraham Mose

Peresmian ini merupakan seremoni atas dukungan program pengelolaan sampah secara terpadu di Kabupaten Toba oleh PTTEP yang difasilitasi oleh Kemenko Maritim dan Investasi untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia, khususnya di wilayah prioritas wisata. Dukungan pengelolaan sampah secara terpadu ini meliputi edukasi dan kampanye untuk generasi muda di sekolah, pendampingan masyarakat untuk mengumpulkan dan memilah sampah sehingga bernilai ekonomi melalui pengembangan bank sampah, serta penggunaan insinerator pemusnah residu sampah.

“Kami sangat bangga dapat mendukung peresmian Area Pengolahan Sampah Kawasan Terpadu di Toba dengan menyumbangkan program yang meliputi: pelaksanaan pembelajaran pengelolaan sampah, pengembangan bank sampah dan pendampingan masyarakat serta unit insinerator Stungta karya anak bangsa yakni PT.Pindad. Kami berharap ini menjadi  awal dari pengolahan sampah yang berkelanjutan di Kawasan Toba,” kata General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam.

Tantangan yang dihadapi oleh Kawasan Toba, terutama sebagai salah satu dari lima tujuan wisata super prioritas Indonesia, adalah menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan lebih efisien dengan menerapkan pendekatan ekonomi sirkular. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah daerah Toba, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan  baik  pusat maupun daerah, juga melibatkan LSM , untuk Bersama bergerak menerapkan berbagai solusi jangka panjang. Selain penggunaan insinerator, kawasan pengolahan sampah terpadu ini juga menawarkan kegiatan edukasi 3R dan pemilahan, fasilitas Recycling Center, pelatihan pembuatan dan pemanfaatan kompos melalui program Bank Sampah, hingga penggunaan teknologi tepat guna untuk menyelesaikan sampah residu yang tidak dapat didaur ulang dan atau dimanfaatkan kembali di pabrik insinerasi.

Diharapkan dengan penanganan sampah dimulai dari bagian hulu,dapat membantu mengurangi jumlah timbunan sampah yang diangkut ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di kawasan Toba, yang bisa memperpanjang umur pemanfaatan Sistem pengolahan sampah terpadu ini akan membantu mengatasi berbagai masalah sampah, dan memaksimalkan siklus penggunaan sampah yang ada di kawasan Toba,” kata Fei Febri, Direktur Bank Sampah Bersinar.

Kawasan terpadu ini sejalan dengan program informasi dan edukasi tentang pengolahan sampah baik yang bertajuk “Toba Lamtiur” (Pilah, Manfaatkan, Daur Ulang) kepada seluruh masyarakat Toba. Deputi IV Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Neni Hendiarti yang hadir menambahkan bahwa peresmian kawasan terpadu ini sangat baik untuk mendorong keterlibatan masyarakat dan menggandeng pihak swasta dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.    Persoalan sampah memang menjadi ttanggung jawab semua, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan juga pihak swasta.

“Kita semua bertanggung jawab untuk memastikan pengolahan sampah yang baik dari pengelolaan awal hingga akhir, Oleh karenanya pemerintah sangat menekankan kerja sama multisektoral. Mulai dari menggandeng PTTEP sebagai pihak swata, penyediaan  insinerator  hingga kegiatan edukasi, fasilitas dan teknologi yang dibina oleh Bank Sampah Bersinar dan pihak lainnya, kami berharap masyarakat Toba dapat mengambil peran aktif untuk menjaga kebersihan kawasan Toba, semakin bertanggung jawab atas sampahnya, dan menjadi contoh yang baik bagi Indonesia, Sebagi salahsatu kawasan wisata prioritas di Indonesia.”

Sementara itu Bupati Toba Ir.Poltak Sitorus mengatakan acara peresmian dan serah terima Insinerator di Desa Lumban Pea Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Dimana Insinerator ini merupakan bagian dari Program Pengelolaan Sampah Terpadu, Kabupaten Toba yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia

Jumlah penduduk Kabupaten Toba pada semester II Tahun 2020 sebanyak 213.244 jiwa. Diperkirakan timbulan sampah sebanyak 28.165.88 ton per tahun. Dengan target pengurangan sampah 22% dan target penanganan 75%. Diperlukan berbagai strategi dalam mengatasi permasalahan sampah. Saat ini penanganan sampah di Kabupaten Toba masih dalam bentuk pengangkutan sampah ke TPA. Dimana untuk tahun 2020 total sampah yang dikelola di TPA adalah 8.592 ton atau sekitar 30%.

Pada awal tahun 2020, dengan bekerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan IGIES Jepang, telah berdiri pusat Daur Ulang Balige yang di sandingkan dengan Pendirian Bank Sampah. Diharapkan target pengurangan dan penanganan sampah dapat dicapai atau minimal menunjukan perubahan yang cukup signifikan.

Dengan ini Pemerintahan Kabupaten Toba sangat berterimakasih dengan adanya rencana program pengelolaan sampah terpadu Kabupaten Toba.Yang salah satunya telah menghibahkan satu unit Insinerator (mesin pembakar residu sampah) ini. Kedepannya kami mengharapkan kerja keras dan keseriusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba untuk dapat mengelola dan mengembangkan bantuan ini sehingga benar-benar bermanfaat. Dan mudah-mudahan juga dengan adanya bantuan ini, pengelolaan sampah dikawasan Danau Toba khususnya Kabupaten Toba dapat menjadi contoh sukses dalam pemenuhan target Jakstrada yaitu dalam pengurangan dan penanganan sampah khususnya sampah rumah tangga.

Akhirnya sekali lagi mengucapkan terimakasih kepada segenap hadirin yang hadir saat ini dan tak henti-hentinya kami mengajak saudara saudari sekalian untuk peduli terhadap sampah dan pengelolaannya. Marilah kita mengelola sampah untuk mendukung Indonesia Bersih, Indonesia Maju dan Indonesia Sejahtera, Tutup Bupati Toba.

Danau Toba News
Melayani dengan tulus
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!