URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
25.6 C
Jakarta
Kamis, Mei 19, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kabuyutan Nusantara : “Pernyataan Arteria Dahlan Menghianati Nilai Nilai Perjuangan Bung Karno”

SUKABUMI — Anggota Komisi III DPR dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan mengkritik oknum kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda dalam sebuah rapat.

Hal itu disampaikan Arteria dalam rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1). Dalam rapat, Arteria meminta Jaksa Agung mengambil tindakan tegas dengan memecat oknum Kepala Kejati tersebut. (CNN Indonesia)

Sikap dan pernyataan Arteria Dahlan tersebut sangat berlebihan melukai hati dan perasaan masyarakat Sunda yang tersebar di seluruh Nusantara bahkan dunia, masyarakat sunda merupakan salah satu suku terbesar di negeri ini. Semestinya sebagai seorang politisi apalagi dari PDIP yang sangat menghargai nilai nilai budaya tidak keluar pernyataan yang justru tidak menghargai keanekaragaman budaya Nusantara.

Sebaiknya Arteria Dahlan cepat minta maaf pada masyarakat Sunda atas pernyataannya yang bernada sinis dan merendahkan warga masyarakat Sunda, apapun alasannya tidak dibenarkan akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa dan menghianati cita cita perjuangan pendiri bangsa ini Soekarno Hatta, kata Abdul Salam Nur Ahmad Presidium Kabuyutan Nusantara, Rabu (19/01/2022).

Selanjutnya Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan Arteria belum memahami bagaimana dialektika pemikiran Bung Karno dengan marhaenismenya itu tidak lepas dari dinamika masyarakat Sunda tempat ditempanya Bung Karno di Bandung ketika menyelesaikan kuliahnya di ITB, ungkap Abdul Salam.

Marhaenisme terinspirasi oleh sosok petani di Majalaya Bandung, Bung Karno bersama Ibu Inggitnya di Kota Bandung itu bukti nyata bahwa Sunda itu merupakan salah satu kunci yang mempengaruhi dan membesarkan Bung Karno, ujar Abdul Salam.

Apapun alasannya pernyataan Arteria itu sangat bodoh, sombong dan arogan, sebaiiknya Ibu Mega sebagai Ketum PDIP memperingati keras Arteria atas tindakan yang bodohnya itu, pungkas Abdul Salam Nur Ahmad juga sebagai Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 “PPJNA 98”. (Redaksi)***

Warta Baru
Warta Terkait