Nias, arta.in
Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama bagi para petani di Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias dan sekitarnya, Akibatnya, produksi pertanian menjadi terhambat memicu khawatiran akan ketersediaan ketahanan pangan lokal krisis, Senin (30/03/2026).
Petani sangat mengharapkan solusi yang konkret dan nyata dari Pemerintah khususnya Kabupaten Nias dan Dinas Pertanian untuk mengatasi persoalan ini. Petani sawah dan jagung mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi, hal tersebut diungkapkan ketika awak media mewawancarai petani di wilayah Kecamatan Bawolato, Rabu (25/03/2026).
Setelah petani selesai menanam padi dan jagung terjadi kelangkaan pupuk subsidi jenis Urea dan NPK Phonska di wilayah Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias hal tersebut menjadi kendala terbesar untuk mendapatkan hasil gabah dan jagung produktivitas.
“Kelangsungan produksi pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Bawolato dan sekitarnya tahun 2026 ini, akan mengalami dampak gagal panen karena pupuk yang dibutuhkan petani langka didapat dari PPTS/Kios pengencer,” terang petani kepada awak media.
Kecamatan Bawolato dan sekitarnya merupakan lahan pertanian terluas penghasil pertanian yang baik, khususnya padi dan jagung ketersediaan pupuk subsidi menjadi peran utama bagi petani produktif, perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nias.
“Kendala dilapangan, pupuk subsidi saat ini tidak ada di tingkat pengencer sangat langka. Para petani menjerit setelah selesai menanam padi dan jagung dilahan masing-masing membutuhkan pupuk subsidi jenis Urea dan NPK Phonska namun sulit didapat,” ungkap petani.
Penjelasan yang sama juga diakui beberapa PPTS/Kios pengencer kepada petani bahwa benar pupuk subsidi kosong di kios sehingga petani menjerit. Alasannya penyaluran melalui PUD/Distributor tidak lancar dan lambat.
“PPTS sudah setor uang penebus pupuk kepada Dayak Siregar PUD/Distributor sesuai jumlah kuota. Menurut Dayak bahwa itu di haruskan, sebagai persyaratan mitra ke PT Pupuk Indonesia (Persero) tetapi yang anehnya pupuk disalurkan ke kios dengan dicicil hanya 2 ton itu pun hanya sekali sebulan masuk tidak mencukupi kuota,” tambahnya.
Pembagian pupuk yang masuk 2 ton ke PPTS/Kios pengencer kalau dibagi kepada kelompok petani hanya mendapat 1 Sak per’orang tidak cukup dengan kebutuhan padi dan jagung mereka yang memiliki lahan luas, ibaratnya percuma dapat tetap terjadi yang namanya gagal panen.
Menanggapi keluhan petani terkait kelangkaan pupuk, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nias, Taondrasi Mendrofa, S.Sos.,M.Ec.,Dev, menyatakan kami akan cross check informasi ini. Kami terus Koordinasi ke pihak PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk percepatan penyaluran pupuk di Kabupaten Nias.
“Kita sudah dapat info dan tim kita sudah turun sebelum ini. Kita terus komunikasi dengan pihak PT Pupuk Indonesia (Persero) terkait hal ini,” ungkap Kadis Pertanian Kabupaten Nias singkat melalui pesan WhatsApp ketika dikonfirmasi awak media, Sabtu (28/03/2026).
Sebelumnya di beritakan, Diduga PUD/Distributor Bermain: PPTS Serahkan Uang Penebus Pupuk, Petani Menjerit Terancam Gagal Panen di Kec. Bawolato.