Kapolsek Blanakan Bersama Muspika dan Warga Tangani Tanggul Cibeuying Jebol
Subang, Blanakan | Warta In Jabar — Tanggul Sungai Cibeuying yang melintasi Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, jebol di sisi kiri sepanjang kurang lebih lima meter. Akibat kejadian tersebut, air sungai meluber ke jalan dan area persawahan warga. Kondisi ini berpotensi memperluas genangan apabila tidak segera ditangani.

Menanggapi situasi tersebut, sejak pukul 09.00 WIB aparat Kepolisian bersama TNI setempat, Muspika Kecamatan Blanakan, pemerintah desa, instansi terkait, serta warga Desa Jayamukti bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Upaya dilakukan dengan menutup bagian tanggul yang jebol menggunakan karung-karung berisi pasir dan tanah, yang diperkuat dengan bambu sebagai penahan.

Metode darurat ini dilakukan untuk sementara waktu guna memperkuat struktur tanggul dan mengarahkan kembali aliran air ke badan Sungai Cibeuying, sekaligus mencegah luapan air semakin meluas ke area persawahan dan pemukiman warga.

Kapolsek Blanakan Iptu Andri Sugiarto, S.IP., M.A.P., mengatakan bahwa langkah cepat tersebut merupakan penanganan awal sambil menunggu perbaikan permanen dari pihak berwenang.

“Kami bersama TNI, Muspika, instansi terkait, pemerintah desa, dan warga bergerak cepat menutup titik tanggul yang jebol agar aliran air tidak semakin meluas dan berdampak pada persawahan maupun aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan penanganan darurat ini dilaksanakan atas perintah Kapolres Subang AKBP Doni Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Iptu Andri menjelaskan, upaya tersebut bersifat antisipatif untuk mengurangi dampak lanjutan apabila debit air sungai kembali meningkat akibat hujan susulan. Penanganan dini dinilai penting guna mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih luas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan lain di sepanjang aliran sungai. “Kewaspadaan bersama sangat membantu percepatan langkah pengamanan,” tegasnya.
Penambalan tanggul dilakukan secara gotong royong dengan fokus pada titik paling rawan. Berkat kerja sama semua pihak, aliran sungai mulai dapat dikendalikan dan genangan air di sekitar lokasi berangsur surut.
Langkah cepat aparat bersama masyarakat ini mencerminkan sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Penanganan darurat tersebut diharapkan mampu menahan luapan sungai sementara waktu sembari menunggu perbaikan permanen, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.































