30.8 C
Jakarta
Rabu, Desember 2, 2020

Kawasan Ekosistem Esensial Taima Benteng Biodiversity

Warta.in, Palu-I Nyoman Ardika Ardika menuliskan bahwa Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Libu’un Desa Taima Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah sebagai habitat burung maleo dan penyu.

“Lokasinya berjarak lebih kurang 150 km dari Kota Luwuk, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, selain itu tersedia juga kendaraan penumpang yang melayani Rute Luwuk-Bualemo, waktu tempuh diperkirakan 2,5 jam hingga 3 jam,” kata I Nyoman Ardika Ardika melalui tulisannya.

Ardika menyebutkan, sepanjang perjalanan berbagai ragam pesona alam menjadi suguhan kawasan konservasi satu ini, mata kita akan melihat pemandangan alam, pemandangan Teluk Poh, aktivitas masyarakat dan lain sebagainya.

“Ekosistem esensial atau ekosistem penting adalah kawasan dengan ekosistem yang berada diluar kawasan konservasi, baik yang merupakan tanah hak maupun bukan hak, yang secara ekologis penting bagi konservasi keanekaragaman hayati. Pasalnya potensi keanekaragaman hayatinya atau karena merupakan penghubung dua atau lebih kawasan konservasi atau habitat spesies penting atau merupakan penyangga kawasan konservasi,” beber I Nyoman Ardika.

Namun kata Ardika, secara teknis tidak atau belum dapat ditetapkan sebagai kawasan konservasi, dan dikelola seperti atau untuk tujuan mendukung konservasi keanekaragaman hayati.

‘Keberadaan konservasi tersebut menjadi unik dan khas karena memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi, meski berada diluar sistem kawasan konservasi, baik kawasan suaka alam ataupun kawasan pelestarian alam. Ekosistem tersebut juga menghadapi tekanan yang sangat tinggi dengan berbagai kompleksitas dalam pengelolaan, sehingga perlu didorong upaya konservasinya,” terangnya

Lebih lanjut Kepala KPHK Bakiriang ini menuliskan, sejalan dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pembangunan yang berkelanjutan, KEE Taima merupakan salah satu pembangunan yang berkelanjutan yang proses identifikasi dan inventarisasi didukung oleh Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung Dirjen PHKA, BKSDA Sulawesi Tengah, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Pemrintah Daerah Kabupaten Banggai, Insatansi terkait, Akademisi, Organisasi Lingkungan Hidup, serta masyarakat.

Berikut proses pengelolaan Kawasan Ekosistem Esesensial (KEE) Libuun di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai.

Pada Januari 2007 telah terjalin perjanjian kerja sama (MoU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah, Dinas Kehutanan Propinsi Sulawesi Tengah dan Yayasan Pemerhati Lingkungan (YPL) tentang pelestarian burung maleo (Macrocephalon maleo) dan habitatnya di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah.

Kemudian, pada bulan Juni 2010 terjalin perjanjian kerja sama (MoU) Balai KSDA Sulawesi Tengah dan Aliansi Konservasi Tompotika (ALTO) tentang pelestarian burung maleo (Macrocephalon maleo) dan habitatnya di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah.

Pada tanggal 11 Juni 2013 dilakukan kegiatan sosialisasi dan koordinasi pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial habitat peneluran maleo (Macrocephalon maleo) dan penyu di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kab. Banggai Propinsi Sulawesi Tengah.

Pada tanggal 24 September 2013 dilakukan kegiatan kesepahaman para pihak dalam upaya pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial habitat burung maleo (Macrocephalon maleo) dan penyu di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah.

Pada tanggal 30 September 2013 Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah menyurat kepada Bupati Banggai perihal penandatanganan SK. Bupati dalam rangka pelaksanaan pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial (KEE) habitat burung maleo (Macrocephalon maleo) dan penyu di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kab. Banggai.

Pada tanggal 27 November 2013 Bupati Banggai mengeluarkan Keputusan Bupati Banggai Nomor: 522.5/1139/Bappeda tentang forum bersama Pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial (KEE) habitat burung maleo (Macrocephalon maleo) dan penyu di Kab. Banggai.

Pada tanggal 17 Desember 2013 dilaksanakan peresmian forum kerja sama pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial habitat peneluran maleo (Macrocephalon maleo) dan penyu di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kab. Banggai Sulawesi Tengah sekaligus pembentukan kelompok kerja dan penyusunan rencana aksi 2014 pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial.

Pada tanggal 6 Januari 2014 Bupati Banggai mengeluarkan keputusan Bupati Banggai Nomor: 615/1697/Dislutkan tentang penetapan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kab. Banggai bahwa Desa Taima Kecamatan Bualemo Kab. Banggai ditetapkan sebagai lokasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah.

Pada tangal 21 September 2015 dilakukan kegiatan penetapan Kawasan Ekosistem Essensial habitat peneluran burung maleo (Macrocephalon maleo) dan penyu di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kab. Banggai Propinsi Sulawesi Tengah.

Pada tanggal 4 Februari 2016 terjalin perjanjian kerja sama antara Balai KSDA Sulawesi Tengah dengan Aliansi Konservasi Tompotika (ALTO) tentang pelestarian burung maleo (Macrocephalon maleo) dan habitatnya di Desa Taima Kecamatan Bualemo dan Kaumosongi, Desa Toweer, Kecamatan Balantak Utara Propinsi Sulawesi Tengah.

Beberapa pertemuan difasilitasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah.

“Begitu panjang dan besarnya dukungan pemerintah, Organisasi LH maupun masyarakat dengan harapan KEE Libu’un Taima sebagai benteng Biodiversity tetap lestari, menjaga alam adalah warisan terbesar yang hakiki untuk generasi kita,” tutup I Nyoman Ardika Ardika, Ka. KPHK Bakiriang untuk Balai KSDA Sulteng.

Latest news

Musa Rajekshah:Calon KDH GOLKAR Di Kepulauan Nias Pasti Menang

Nias,Warta.in- Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah melanjutkan konsolidasi di Kepulauan Nias. Seluruh pengurus dan kader Golkar diimbau merapatkan barisan untuk memperjuangkan calon...

Rizieq Shihab Sudah Menyatakan Perang Terhadap Negara, Jemput Paksa, Kejar dan Tangkap, Siapapun sama dimata hukum !

HUKUM – Rizieq Shihab “RS” sudah jelas melakukan Makar, secara terbuka membuat seruan revolusi akhlaq dan revolusi Zihad akan merubah NKRI yang berdasar Pancasila...

Peduli Kesehatan Lansia, Babinsa Serindang Lakukan Pendampingan Posyandu

Warta.in, Sambas - Guna mendukung program pemerintah yang dilaksanakan di desa binaannya demi kesejahteraan masyarakat. Babinsa Serindang, Koramil 1208-03/Tebas, Sertu Agus M.Y, melakukan pendampingan...

BRIPKA Yogi Yanto Peduli Dengan Kakek Pengendara Sepeda

Madina,Warta.in- Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si melalui personil satuan lalu lintas Polres Madina dibawah pimpinan AKP Septian Dwi Rianto, S.H, S.I.K,...

Related news

Musa Rajekshah:Calon KDH GOLKAR Di Kepulauan Nias Pasti Menang

Nias,Warta.in- Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah melanjutkan konsolidasi di Kepulauan Nias. Seluruh pengurus dan kader Golkar diimbau merapatkan barisan untuk memperjuangkan calon...

Rizieq Shihab Sudah Menyatakan Perang Terhadap Negara, Jemput Paksa, Kejar dan Tangkap, Siapapun sama dimata hukum !

HUKUM – Rizieq Shihab “RS” sudah jelas melakukan Makar, secara terbuka membuat seruan revolusi akhlaq dan revolusi Zihad akan merubah NKRI yang berdasar Pancasila...

Peduli Kesehatan Lansia, Babinsa Serindang Lakukan Pendampingan Posyandu

Warta.in, Sambas - Guna mendukung program pemerintah yang dilaksanakan di desa binaannya demi kesejahteraan masyarakat. Babinsa Serindang, Koramil 1208-03/Tebas, Sertu Agus M.Y, melakukan pendampingan...

BRIPKA Yogi Yanto Peduli Dengan Kakek Pengendara Sepeda

Madina,Warta.in- Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si melalui personil satuan lalu lintas Polres Madina dibawah pimpinan AKP Septian Dwi Rianto, S.H, S.I.K,...