26.8 C
Jakarta
Minggu, Oktober 17, 2021

Kemenparekraf dan Universitas Udayana Bali kaji pemulihan pariwisata Danau Toba

Warta.in – Danau Toba.
Mendukung Destinasi Wisata Super Prioritas Danau Toba, Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) melalui Tim dan Akademisi Universitas Udayana Bali, melaksanakan diskusi terpumpun pemulihan pariwisata Danau Toba di Hotel Khas Parapat, Selasa (04/05/2021).

Peserta diskusi ini dihadiri oleh tim BPODT, dinas terkait di kepariwisataan dari tujuh kabupaten sekawasan Danau Toba, asosiasi pariwisata, pengusaha pariwisata, akademisi. Kegiatan diskusi yang dibagi menjadi dua bagian terdiri dari daring (meeting zoom) dan luring (tatap muka) dengan aturan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Iqbal Rosyidi sebagai perwakilan Kemenparekraf mengatakan, Diskusi terpumpun ini dilaksanakan untuk membahas Penyusunan Kajian Pemulihan Pariwisata Indonesia khususnya Pariwisata Berkualitas di Danau Toba.

“Ini terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Kajian Strategis Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pusat Unggulan Pariwisata, dengan kementrian pendidikan dan kebudayaan melalui Universitas Udayana Bali,” Ujar Iqbal.

Dalam kegiatan ini, kita mengundang para stakeholder kepariwisataan (Pemerintah, Masyarakat dan Akademisi) untuk mendapatkan masukan yang komprehensif dengan harapan tim peneliti bisa menyimpulkan ide dan gagasan yang tertuang dilapangan untuk diterapkan dan di implementasikan oleh para stakeholder di Danau Toba kedepannya, lanjut Iqbal.

Selanjutnya akademisi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana Bali, Nyoman Ariana, Ida Bagus Gede Puja Astawa dan A.A.Gede Raka Dalam, menggelar rangkaian diskusi, mencatat dan menampung seluruh masukan dari peserta yang hadir melalui daring dan luring.

Ida Bagus Gede Puja Astawa mengatakan, pandemi covid merupakan momentum bagi kita insan pariwisata untuk introspeksi dan evaluasi terkait kepariwisataan.

“walau kegiatan pariwisata kita sedang istirahat atau lumpuh, tapi kita tidak boleh berhenti berpikir dan berkreasi, justru kita harus mencari cara untuk meningkatkan daya saing ke level global menuju trend pariwisata yang berkualitas.” ungkap Bagus saat di wawancara awak media.

Lanjutnya, Toba memiliki banyak potensi pariwisata termasuk wisata daya tarik alam, wisata buatan, budaya dll, yang kedepannya bisa di kombinasikan menjadi trend quality tourism, karena Danau Toba memiliki segalanya dan potensi yang lengkap dibanding dengan Bali, jadi tinggal bagaimana kita memberi sentuhan tourism dan tata kelola yang serius untuk mencapai quality tourism tersebut, ungkapnya.

Sehingga diskusi ini merupakan dasar dalam mengambil ide dan gagasan serta menampung kendala dilapangan yang secara realita sehingga hasil analisis dan penelitian dari pendapat peserta, maka di simpulkan hal yang berkualitas dan sangat penting maka dirumuskan cara atau tindakan apa yang akan dilakukan kedepannya.

“Dari rumusan FGD ini kedepan kita akan menyaring dan menilai mana program yang lebih penting dan berkualitas apakah seperti pelatihan, pendampingan, pembukaan sekolah pariwisata, beasiswa, dll,” ujar Bagus.

Selanjutnya salah seorang peserta diskusi juga pemilik Batu Hoda Beach Samosir Ombang Siboro atau Om Boro menyampaikan beberapa masukan dalam topik diskusi agar bisa menjadi perhatian dari pihak terkait seperti hal hal atau item yang harus diperbaiki, komitmen dan regulasi yang seragam sesama kabupaten di kawasan Danau Toba.

Om Boro juga menyampaikan harapan kepada pihak stakeholder terkait dalam beberapa hal seperti Sanitasi yang layak di destinasi wisata dan sarana prasaran yang memadai.

“Kita masih berharap ada perubahan menuju pariwisata berkualitas penunjang wisata misal toilet di kapal penyeberangan, pemda harus siapkan mobil sedot tinja tanpa membuang ke danau, limbah solar dari angkutan danau, dan tiket online angkutan penyeberangan khususnya yg di kelola pemerintah, juga Pemda harus memberi insentif dan fasilitasi izin usaha kepada pengusaha pariwisata, masyarakat harus bisa dilibatkan jadi bagian dari pariwisata, aksesbilitas yang belum mumpuni dan belum ramah difable dan lansia,” ungkap Om Boro dengan semangat yang berkobar.

Dia juga meminta keseriusan Pemerintah terutama BPODT dalam mengelola dan menampung aspirasi masyarakat sekawasan Danau Toba, dan bisa melakukan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat pelaku wisata di Danau Toba. (Feri)

 

Danau Toba News
Melayani dengan tulus
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img