URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
29.6 C
Jakarta
Jumat, Agustus 19, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ketahanan Bangsa Dalam Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi

Oleh : Ruscain Q

Pandemi Covid-19 belum usai. Namun berbagai risiko global pun sudah banyak bermunculan mulai dari konflik Rusia dan Ukraina, melonjaknya harga komoditas, ancaman inflasi, hingga pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan berbagai negara di dunia.

Dengan berbagai kekhawatiran tersebut, pertumbuhan global tampaknya akan melambat tajam tahun ini, yang juga memicu kekhawatiran resesi. Untuk ekonomi global secara keseluruhan, risiko resesi pada tahun 2022 memang masih tampak terbatas.

Resesi ekonomi terjadi saat suatu negara mengalami penurunan angka produk domestik bruto (PDB) selama lebih dari dua kuartal dalam setahun, sehingga mengakibatkan pertumbuhan ekonomi negatif.

Resesi dapat menyebabkan penurunan profit perusahaan, peningkatan pengangguran, melemahnya daya beli masyarakat, dan bahkan kebangkrutan ekonomi.

Indonesia, terbilang masih beruntung karena belum mengalami kontraksi ekonomi. Bahkan, saat sederet negara mencatat pertumbuhan ekonomi minus di kuartal I 2020 akibat covid-19, ekonomi Indonesia masih positif 2,97 persen.

Namun, angka itu merosot dari sebelumnya 5,07 persen di kuartal I 2019 maupun 4,97 persen di kuartal IV 2019. Indonesia saat ini di tengah ancaman terjadinya resesi ekonomi dan memiliki tugas besar memulihkan kondisi perekonomian yang menurun di berbagai sektor imbas Virus Corona. Terkait kondisi tersebut, para pelaku usaha UMKM yang produktif dengan jumlah besar di Indonesia, menjadi ujung tombak bagi kemerdekaan ekonomi Indonesia.

Walaupun Indonesia diperkirakan akan menyelesaikan tahun 2022 dengan sehat dan bahkan bisa mencatat pertumbuhan positif. seperti yg dikatakan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva beberapa waktu lalu tetapi risiko resesi ekonomi yang dialami Indonesia sebesar 3%. Sementara, terdapat negara lain yang potensinya lebih dari 70%. Meski demikian, bukan berarti kita terlena .Kita harus tetap waspada, namun pemerintah harus menggunakan semua instrumen kebijakan, dari fiskal, moneter, sektor finansial, dan regulasi lainnya, untuk memonitor potensi resesi.Faktanya ekonomi Indonesia masih cukup positif. Sebab, sektor keuangan RI lebih kokoh setelah kejadian krisis 2008-2009 lalu. Kita telah belajar dari pengalaman masa lalu.

Ditengah ancaman resesi ekonomi global dibutuhkan ketahanan bangsa yaitu salah satunya melalui
UMKM yg memiliki peran signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,19 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,97 persen atau senilai 8.573,89 triliun rupiah.salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah dan pelaku usaha yaitu dengan menaikkan ‘kelas’ usaha mikro menjadi usaha menengah. Basis usaha itu, UMKM terbukti kuat dalam menghadapi krisis ekonomi. di era transformasi digital .UMKM sudah sepatutnya melakukan pemasaran secara online dan menyeluruh ke lapisan konsumen agar bisa menyentuh informasi yg lebih detail tentang produk umkm tersebut
Dalam beberapa waktu lalu Kopsera barikade 98 telah melaksanakan seminar kewirausahaan pada tgl 14 juli 2022 yg dihadiri para pihak stakeholder yg memiliki keterkaitan untuk saling menguatkan basis usaha UMKM. Generasi-generasi sekarang saya kira lebih piawai di bidang ketahanan menghadapi krisis dibandingkan generasi 1998.

Industri perbankan di Indonesia saat ini sangat mendukung pertumbuhan UMKM dan startup wirausaha baru dan ini yang akan menjadikan Indonesia akan lebih tahan dibandingkan dengan negara lain yang bertumpu pada industri besar.
UMKM menjadi salah satu andalan dalam menghadapi krisis ekonomi dan paling tidak kebutuhan bisa tercukupi dengan mandiri lewat UMKM.Hal yg terpenting adalah
Pemerintah memiliki kewajiban untuk membuat kebijakan yg berpihak pada UMKM dan bisa memfasilitasi serta melindungi UMKM agar bisa mencapai kemerdekaan ekonomi.

Penulisa adalah :

-Ketua Inklusi Keuangan & Perbankan DPN Barikade 98
-Aktivis Ikatan Bankir Pancasila

Warta Baru
Warta Terkait