30.1 C
Jakarta
Jumat, Februari 27, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Ketua DPD PWO Dwipantara Muba Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Alex Noerdin.

Warta.in Ketua DPD PWO Dwipantara Muba Sampaikan Duka Mendalam atas Kabarwafatnya mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode 2008-2013 dan 2013-2018, Alex Noerdin, pada Rabu (25/2/2026) meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sumatera Selatan, termasuk kalangan insan pers di Kabupaten Musi Banyuasin.

Ketua DPD Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Dwipantara Musi Banyuasin, Pijai Sandip Kumar, C.BJ, menyampaikan belasungkawa atas kepergian tokoh yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami keluarga besar DPD PWO Dwipantara Musi Banyuasin turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. Alex Noerdin. Beliau adalah sosok pemimpin yang telah banyak memberikan sumbangsih bagi kemajuan Sumatera Selatan,” ujar Pijai.

Menurut Pijai, selama dua periode memimpin Provinsi Sumatera Selatan, almarhum dikenal aktif mendorong pembangunan infrastruktur serta berbagai program strategis daerah yang berdampak luas bagi masyarakat.

Sejumlah proyek infrastruktur dan agenda pembangunan daerah pada masanya dinilai menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik di Sumatera Selatan.

“Kami mendoakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 13.30 WIB di RS Siloam Semanggi, Jakarta, dalam usia 76 tahun.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa jenazah dibawa ke Palembang untuk dimakamkan.

Kepergian mantan Gubernur Sumsel tersebut menjadi kehilangan besar bagi masyarakat, mengingat rekam jejaknya dalam memimpin provinsi selama dua periode pemerintahan.

DPD PWO Dwipantara Musi Banyuasin menyatakan akan terus mengenang dedikasi dan kontribusi almarhum dalam pembangunan daerah. Insan pers, menurut Pijai, memiliki tanggung jawab moral untuk mencatat dan menyampaikan sejarah kepemimpinan daerah secara objektif dan berimbang.(Albert team)

Berita Terkait