Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Ketua IDI Purwakarta: Perkuat Karakter Dokter, Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Warta.in, Purwakarta  — Senyum ramah dan sikap sigap terlihat dari sosok dokter berperawakan ramping yang tampak tak kenal lelah melayani masyarakat. Di tengah kesibukannya sebagai tenaga medis, ia tetap meluangkan waktu untuk mengatur dan memastikan kegiatan donor darah berjalan dengan baik.

Sesekali, ia terlihat melayani warga yang datang untuk bertanya, memberikan penjelasan, hingga berdiskusi mengenai kegiatan donor darah. Keramahan seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari caranya berinteraksi dengan setiap orang.

Sosok tersebut adalah dr. Rudi Dermawan, Sp.P, FISR, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Purwakarta periode 2025–2028.

Di sela-sela rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IDI yang bertepatan dengan HUT ke-96 RSUD Bayu Asih Purwakarta, dr. Rudi menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang dokter tidak berhenti pada ruang praktik atau pelayanan medis semata. Kepedulian, komunikasi, dan kesediaan hadir di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian profesi kedokteran.

Di balik kesibukannya sebagai dokter sekaligus ketua organisasi profesi, tersimpan sejumlah gagasan dan harapan besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Purwakarta.

Saat ditemui awak media warta.in dan ditanya mengenai langkah strategis yang akan ditempuh selama memimpin IDI Cabang Purwakarta, ia menyampaikan pandangannya secara lugas.

Baginya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus dimulai dari pembenahan karakter dokter, penguatan kompetensi, serta kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Karakter Dokter Menjadi Fondasi Utama

Menurut dr. Rudi, modal utama seorang dokter bukan semata-mata kemampuan akademis dan keterampilan medis, melainkan juga karakter yang tercermin melalui etika, moral, integritas, dan sikap dalam melayani pasien.

Karena itu, ia bersama jajaran pengurus IDI Cabang Purwakarta berkomitmen mendorong para anggotanya agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dalam menjalankan tugas

Dengan jumlah anggota yang mencapai sekitar 600 orang, IDI Cabang Purwakarta memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan komitmen bersama untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan.

Bagi dr. Rudi, dokter tidak cukup hanya memiliki kompetensi dalam mendiagnosis dan menangani penyakit. Dokter juga harus mampu menunjukkan empati, menghormati pasien, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan sesuai standar profesi dan etika kedokteran.

“Karakter menjadi modal utama seorang dokter. Ketika etika, moral, dan karakter dijaga dengan baik, kualitas pelayanan dan kinerja juga akan semakin baik,” demikian inti pandangannya mengenai pentingnya membangun profesionalisme di kalangan dokter.

Kompetensi Harus Terus Ditingkatkan

Selain penguatan karakter, peningkatan kompetensi menjadi agenda penting yang ingin terus didorong oleh kepengurusan IDI Cabang Purwakarta.

Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan yang berlangsung cepat menuntut setiap dokter untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

Menurut dr. Rudi, peningkatan kompetensi bukan sekadar kebutuhan profesional, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral dokter kepada masyarakat.

Dokter harus terus belajar, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan agar dapat memberikan pelayanan yang tepat, aman, dan berkualitas.

Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin baik, sesuai kebutuhan dan perkembangan dunia medis.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Dr. Rudi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara IDI dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta organisasi profesi lainnya.

Menurutnya, persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan koordinasi lintas sektor agar berbagai program kesehatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, IDI diharapkan tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi yang menaungi para dokter, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Purwakarta.

Sinergi yang baik diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan, memperluas edukasi kesehatan, serta mendorong terciptanya sistem pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Komunikasi dan Literasi Kesehatan Harus Diperkuat

Bagi dr. Rudi, komunikasi juga merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan.

Ia menilai, kemampuan dokter menjelaskan kondisi pasien, menyampaikan informasi medis, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sangat menentukan kualitas pelayanan.

Karena itu, komunikasi yang efektif perlu terus dibangun, baik melalui interaksi sehari-hari maupun forum-forum formal.

Dokter harus mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, terbuka terhadap pertanyaan pasien, serta membangun kepercayaan melalui sikap profesional dan empati.

Di sisi lain, peningkatan literasi kesehatan juga menjadi perhatian penting.

Literasi tidak hanya perlu ditingkatkan di kalangan dokter, tetapi juga di tengah masyarakat. Dokter harus terus memperbarui wawasan dan pengetahuannya, sedangkan masyarakat perlu dibekali pemahaman yang benar mengenai kesehatan, pencegahan penyakit, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

Dengan meningkatnya literasi kesehatan kedua belah pihak, diharapkan terbangun kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan medis secara tepat.

Mengelola 600 Anggota, Tantangan Sekaligus Potensi Besar

Meski baru menjalani tahun pertama kepemimpinannya pada periode 2025–2028, dr. Rudi menyadari bahwa memimpin organisasi dengan sekitar 600 anggota bukanlah pekerjaan sederhana.

Setiap anggota memiliki latar belakang, pengalaman, lingkungan kerja, dan tantangan profesi yang beragam.

Namun, ia memandang besarnya jumlah anggota bukan semata-mata sebagai tantangan, melainkan juga sebagai kekuatan yang dapat dioptimalkan untuk memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang selama ini dibangun menjadi salah satu modal penting untuk menjaga kebersamaan dan menyelesaikan berbagai persoalan organisasi.

Ia meyakini, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh anggota mampu mengedepankan dialog, menjaga solidaritas, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Di tengah perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi yang semakin pesat, IDI juga dituntut mampu beradaptasi.

Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi dokter, memperluas akses terhadap informasi medis yang tepercaya, serta meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan.

Namun, kemajuan teknologi tetap harus diiringi dengan tanggung jawab profesional, perlindungan data pasien, dan kepatuhan terhadap etika kedokteran.

Bagi dr. Rudi, satu hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan setiap anggota untuk menurunkan ego demi mencapai tujuan yang lebih besar.

Tujuan tersebut tidak lain adalah memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Mimpi Besar: Tak Ada Lagi Warga Purwakarta yang Harus Dirujuk ke Luar Daerah

Di balik agenda penguatan organisasi dan peningkatan profesionalisme dokter, dr. Rudi menyimpan harapan besar bagi masa depan pelayanan kesehatan di Kabupaten Purwakarta.

Ia menginginkan terwujudnya fasilitas pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, baik dari sisi sarana dan prasarana, peralatan medis, maupun dukungan tenaga kesehatan yang kompeten.

Menurutnya, masyarakat Purwakarta harus mendapatkan kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal di daerahnya sendiri.

Ia berharap, ke depan, tidak ada lagi warga Purwakarta yang harus dirujuk ke luar daerah hanya karena keterbatasan fasilitas atau peralatan medis yang dibutuhkan.

Tentu, mewujudkan harapan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, dukungan sumber daya manusia, investasi fasilitas kesehatan, serta kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga medis, dan seluruh pemangku kepentingan.

Meski demikian, cita-cita tersebut menjadi gambaran arah pembangunan kesehatan yang ingin didorong, yakni menghadirkan layanan yang semakin lengkap, mudah dijangkau, dan berkualitas bagi masyarakat.

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap anggaran kesehatan, termasuk pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.

Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan, memperkuat fasilitas kesehatan, serta memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan medis sesuai kebutuhan.

Dokter Harus Menjadi Agen Perubahan Masyarakat

Bagi dr. Rudi, keberhasilan kepemimpinan IDI tidak dapat diukur hanya dari program yang dijalankan pengurus atau kegiatan organisasi yang terselenggara.

Ukuran sesungguhnya terletak pada sejauh mana seluruh anggota mampu menerjemahkan nilai-nilai profesi ke dalam pelayanan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menyadari, sebesar apa pun gagasan dan program yang dirancang oleh ketua bersama jajaran pengurus, semuanya tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dan komitmen seluruh anggota.

Karena itu, ia berharap sekitar 600 anggota IDI Cabang Purwakarta memiliki semangat dan tujuan yang sama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Lebih jauh, ia ingin dokter tidak hanya dikenal sebagai tenaga profesional yang menangani penyakit, tetapi juga sebagai pemimpin di bidang kesehatan sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

Dokter diharapkan mampu memberikan edukasi, menumbuhkan kesadaran hidup sehat, meluruskan informasi kesehatan yang keliru, serta mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan penyakit.

Ia juga menyoroti pentingnya kesejahteraan dokter. Menurutnya, profesionalisme perlu berjalan seiring dengan kondisi finansial yang layak agar dokter dapat menjalankan tugasnya secara berkelanjutan.

Kesejahteraan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional bersama tanggung jawab profesi dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Dengan dukungan lingkungan kerja yang baik, sistem pembiayaan yang memadai, dan penghargaan terhadap profesi, dokter diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan pengabdiannya.

Pada akhirnya, seluruh gagasan tersebut bermuara pada satu tujuan: menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Purwakarta.

Bagi dr. Rudi Dermawan, Sp.P, FISR, memimpin IDI bukan sekadar menjalankan amanah organisasi, melainkan juga mengemban tanggung jawab untuk menyatukan potensi ratusan dokter agar memberikan manfaat yang lebih besar.

Sebab, kemajuan pelayanan kesehatan tidak cukup dibangun oleh kemampuan seorang dokter atau seorang pemimpin, tetapi membutuhkan karakter, kompetensi, kolaborasi, dan komitmen bersama seluruh insan kesehatan.

Dengan semangat tersebut, IDI Cabang Purwakarta diharapkan terus berkembang menjadi organisasi profesi yang solid, adaptif terhadap perubahan zaman, serta konsisten menempatkan kepentingan dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. (ds)

Berita Terkait