URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
29.6 C
Jakarta
Jumat, Agustus 19, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kolaborasi BIN Dengan BIAN Tingkat Kabupaten Sukabumi Kejar Capaian Booster

Sukabumi, Warta.in || Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Barat ( BINDA Jabar) ikut memeriahkan Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) 2022 tingkat Kabupaten Sukabumi, Selasa 02/08/2022.

Pelaksanaan BIAN tingkat Kabupaten Sukabumi dipusatkan di Posyandu Mawar Perumahan Mekarsari RW 08 desa Mekarsari kecamatan Cicurug, dihadiri langsung Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri.

Kementerian Kesehatan mencatat, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak salah satunya di Jawa Barat.

Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri mengakui adanya keterlambatan atau penurunan capaian vaksinasi dasar pada anak.

Menurutnya pandemi Covid 19 selama dua tahun berpengaruh pada pencapaian vaksinasi dasar pada anak.

“Kita khawatir ada peningkatan penyakit pada anak seperti campak dan rubella. Karenanya Pemda Kabupaten Sukabumi melalui BIAN ini mengejar ketertinggalan,” ujar Iyos.

BIAN di Kabupaten Sukabumi dilaksanakan dengan pemberian vaksin dasar BCG, DPTHBHIB, MR, folio oral dan folio injeksi DT dan TD.

Iyos juga mengucapkan terimakasih kepada BIN yang turut membantu pelaksanaan launching BIAN di Kabupaten Sukabumi.

Salah satu dukungan untuk membantu warga terlindungi dari virus lanjut Iyo, BINDA Jabar melalui Pos BIN Kabupaten Sukabumi membuka gerai layanan vaksin covid di lokasi BIAN.

“Selain untuk anak usia 6-11 tahun juga untuk dewasa. Silahkan bapak bapak dan ibu yang belum divaksin bisa hari ini. Terimakasih BIN atas bantuannya,” ujar Iyos.

Kaposda BIN Kabupaten Sukabumi Aam Abdul Salam mengungkapkan pihaknya mendukung penuh penyelamatan generasi bangsa melalui vaksinasi. Salah satunya vaksinasi covid 19.

“Imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Begitupun vaksin covid bagi anak harus jadi prioritas agar dalam pelaksanaan belajar tatap muka nyaman,” ujar Aam. (Tim)

Editor : Redaksi

 

Warta Baru
Warta Terkait