27.8 C
Jakarta
Jumat, April 10, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Kuliah Umum di Untirta, Pemprov Banten Ajak Mahasiswa Hindari Investasi Bodong

Wartain Banten | Pemerintahan | 10 April 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengajak mahasiswa untuk meningkatkan literasi keuangan guna menghindari praktik investasi ilegal yang kian marak menyasar generasi muda. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan kuliah umum sosialisasi dan edukasi pasar modal terpadu 2026 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Auditorium Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Banten itu diikuti lebih dari 1.500 mahasiswa dan menghadirkan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, sebagai keynote speaker mewakili Gubernur Banten.

Dalam pemaparannya, Rina menegaskan bahwa rendahnya literasi keuangan masih menjadi celah bagi maraknya investasi bodong yang merugikan masyarakat, khususnya mahasiswa.

“Literasi keuangan masyarakat kita masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab melalui investasi bodong. Mahasiswa perlu mulai menabung, memiliki aset, berinvestasi, hingga menciptakan sumber pendapatan pasif sebagai langkah menuju kemandirian finansial,” kata Rina.

Rina Dewiyanti menegaskan bahwa literasi keuangan mencakup pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan dalam mengelola keuangan, serta mendorong mahasiswa merencanakan keuangan sejak dini melalui menabung, berinvestasi, dan membangun pendapatan pasif.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa tingkat literasi pasar modal di Indonesia masih tergolong rendah.

“Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, literasi pasar modal baru mencapai 17,78 persen. Artinya, masih banyak masyarakat, termasuk mahasiswa, yang belum memahami investasi secara benar. Yang terlihat terlalu menggiurkan justru sering menjadi jebakan. Ini yang harus diwaspadai generasi muda,” kata Hasan.

Hasan Fawzi mengingatkan mahasiswa agar tidak tergiur keuntungan cepat, karena tawaran yang terlalu menggiurkan sering menjadi jebakan investasi ilegal. Menurutnya, maraknya kasus investasi ilegal dan pinjaman online ilegal menjadi bukti bahwa edukasi keuangan perlu terus diperkuat, terutama di lingkungan kampus.

Di sisi lain, Rektor Untirta Fatah Sulaiman menilai pemahaman terhadap pasar modal menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa di era digital saat ini.

“Mahasiswa perlu melek digital, mampu merencanakan keuangan sejak dini, serta memahami investasi jangka panjang sebagai bekal masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kampus siap mendukung upaya peningkatan literasi keuangan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk OJK.

“Kami menyambut baik inisiatif OJK dan siap memperkuat kolaborasi agar edukasi yang diberikan tidak hanya teoritis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia nyata,” katanya menambahkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin sadar akan pentingnya literasi keuangan dan mampu mengambil keputusan finansial yang cerdas serta terhindar dari praktik investasi ilegal.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum