26.7 C
Jakarta
Selasa, Februari 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

KUR Dinilai Efektif Turunkan Kemiskinan dan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Banten

Wartain Banten | Pemerintahan | 22 Oktober 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menurunkan angka kemiskinan. Hal ini disampaikan usai mengikuti kegiatan Akad Massal KUR untuk 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) secara virtual, Selasa (21/10/2025), dari Pendopo Gubernur di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Menurut Andra Soni, penyaluran KUR kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memberikan dampak besar dalam pemerataan pendapatan, peningkatan daya saing UMKM, serta memperluas akses permodalan. Program ini juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat inklusi keuangan di daerah.

“Penyaluran KUR ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita ke-6 yaitu pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ungkap Andra Soni.

Ia menyebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menunjukkan capaian positif. Angka kemiskinan per Maret 2025 tercatat menurun menjadi 5,63 persen, sementara pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2025 mencapai 5,33 persen. Gubernur optimistis tren ini akan terus berlanjut pada triwulan III dan seterusnya.

Lebih lanjut, Andra Soni berharap program KUR dapat disinergikan dengan berbagai program perlindungan sosial di perangkat daerah, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi UMKM.

“Kami berharap program KUR dapat disinergikan dengan program atau kegiatan perlindungan sosial pada perangkat daerah, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan ekonomi UMKM,” ujarnya.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah terlihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan.

“Alhamdulillah, di setiap sudut Provinsi Banten, bukan hanya di kota tetapi juga di perdesaan, ekonomi menggeliat,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti capaian satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau lebih dari 1,1 juta pelajar di Banten sejak Januari hingga Oktober 2025.  Andra berharap program ini terus berkembang hingga menyasar 3,5 juta warga.

“Mudah-mudahan total 3,5 juta warga Banten akan mendapatkan makan bergizi gratis setiap hari,” jelasnya.

Ia juga mendorong pelaku UMKM, khususnya di sektor buah dan sayur, untuk terlibat dalam pengelolaan dapur SPPG guna mendukung program MBG dan mengembangkan usaha mereka.

“Tadi saya lihat ada pelaku usaha toko buah dan sayuran. Mudah-mudahan bisa berkontribusi dalam program Makan Bergizi Gratis agar usahanya ikut berkembang,” harapnya.

Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa kegiatan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) melibatkan sekitar 800 ribu pelaku UMKM dari 38 provinsi, dengan tujuan mendorong kolaborasi lintas daerah dan memperluas partisipasi masyarakat.

“Ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat. Dengan semangat kolaborasi, partisipasi masyarakat akan semakin luas,” ujarnya secara virtual.

Sementara itu, Deputi CEO Regional 4 Bank BJB Rahadian Agus Hamdani melaporkan bahwa total penyaluran KUR di Provinsi Banten mencapai Rp6,9 triliun dengan 49.120 debitur, disalurkan melalui sejumlah lembaga keuangan.

“Kami percaya bahwa ini bukan hanya sekadar angka, tapi simbol dari harapan dan peluang yang dibuka untuk jutaan pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyaluran KUR merupakan simbol harapan dan peluang bagi pelaku usaha, serta mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas akses pembiayaan sektor produktif.

“Kita menyaksikan komitmen nyata untuk memperluas akses pembiayaan ke sektor produktif, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.

Pemberdayaan UMKM dinilai tidak hanya soal permodalan, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, pendampingan, dan kerja sama lintas sektor.

“Kami percaya pemberdayaan UMKM bukan sekadar tentang modal, tetapi juga kepercayaan, pendampingan, dan kesinambungan. Untuk itu dibutuhkan kerja sama erat antara seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, maupun masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, Gubernur Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah turut menyaksikan secara langsung proses penandatanganan akad oleh calon debitur dari kalangan pelaku UMKM. Kegiatan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk 800.000 Debitur dan Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) ini dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur, serta terhubung secara virtual dengan 37 provinsi lainnya di seluruh Indonesia.

Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong optimalisasi KUR sebagai salah satu instrumen penting untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum