24 C
Jakarta
Selasa, Desember 7, 2021

LSM Garuda Lapor KPK, Disdikbud NTB , Tidak Ditemukan Kerugian Negara

Array

Mataram – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTB, Drs. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd.
Kepada sejumlah media online memberikan klarifikasi.
berkaitan dengan .
laporan sebuah LSM yang menamakan diri Gerakan Rakyat Untuk Demokrasi dan Kemanusiaan (GARUDA) Indonesia. Mereka melapor kepada KPK hari Jumat (22/10/2021) lalu.

GARUDA saat itu menduga terjadinya korupsi pada Belanja Beasiswa Masyarakat Berprestasi, tahun anggaran 2020.Yang dianggap belum berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

Menurut Garuda, Pemerintah Provinsi NTB tahun 2020 menganggarkan Belanja Beasiswa Kepada Masyarakat Berprestasi senilai Rp29.239.000.000,00 dengan realisasi senilai Rp26.370.330.932,01 atau senilai 90,19%.

Dari angka tersebut ditemukan beberapa kejanggalan yang dilakukan seperti adanya pembayaran biaya hidup dan dana bantuan penelitian yang tidak didukung dengan SK.

Selain itu ada juga pelanggaran secara admnistrasi dalam proses perekrutan dan Kelebihan pembayaran biaya hidup.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Propinsi NTB Drs. H. Aidy Furqan, S.Pd, M.Pd. Dalam komfirmasinya kepada sejumlah wartawan mengatakan anggaran tersebut sebenarnya adalah untuk beasiswa luar negeri
yang diajukan awalnya senilai Rp. 39 Milyar.Namun mengalami sejumlah revisi sehingga menjadi Rp. 29,3 Milyar untuk pembiayaan beasiswa luar dan dalam negri.

” Kami dalam menyelenggarakan proses pembiayaan beasiswa dalam dan luar negri itu bekerjasama dengan LPP NTB. Karena Dikbud yang diberi amanah oleh Gubernur untuk mengelola tidak punya pengalaman yang memadai untuk program beasiswa luar negri,” paparnya.

Menurut Furqan, Dikbud NTB memilih LPP sebagai rekan kerjasama pengelolaan dana beasiswa dalam dan luar negeri tersebut karena LPP sudah melaksanakan MoU dengan Pemerintah Daerah NTB pada tahun 2018-2019. Ditahun 2020 program tersebut masuk ke Dinas Dikbud NTB.

Masih menurut Furqon, Proses penyelenggaraan bersama LPP telah melalui proses dan prosedur yang transparan. Sesuai dengan Pergub, sesuai dengan Juklak Juknis yang telah ditentukan. Dan telah dilakukan audit oleh BPK yang menemukan sejumlah catatan dan harus dilakukan perbaikan.

Selanjutnya bersama inspektorat, lanjut mantan wartawan SOEARA NOESA ini, dilakukan audit dan pengecekan kembali serta diberikan kesempatan untuk menyelesaikannya sampai akhir Bulan Desember 2021 ini.

Lebih jauh dia menjelaskan
hasil verifikasi inspektorat terkait temuan BPK tersebut Furqan mengatakan tidak ada ditemukan kerugian negara.

Sebab aliran dana keuangan itu dari Dikbud melalui LPP, langsung ke penerima yakni Perguruan tinggi tujuan dan Mahasiswa yang mengikuti kuliah diluar negeri.

Pria yang selalu tampil Fresh ini juga mengaku sempat kaget ketika menerima informasi dirinya dilaporkan LSM Garuda ke KPK.

“Saya juga kaget ketika tiba tiba dilaporkan. Pemberitaan naik tanpa ada konfirmasi apapun ke pihak kami. tapi ya sudah kami ikuti saja arusnya, dan kami juga telah melakukan klarifikasi sebelumnya kepada beberapa media terkait pelaporan itu. Dan angka yang dilaporkan ternyata juga salah,”imbuhnya mengakhiri. ( shr)

Penulis : Sahrir

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!