27.7 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023

M Yansuri : Kawasan Perairan Perlu Pos Polisi Untuk Pengawasan Peredaran Narkoba

Array

Warta Indonesia | PALEMBANG – Program Jumat Curhat yang digelar Polisi Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) di ruang rapat Musi lantai II Aula Kantor Pelindo Palembang, Jumat lalu (30/12/2022), sangat disetujui Ketua Ketua Komisi III DPRD Sumsel Muhammad Yansuri.

Namun, kata Yansuri, untuk menjegal peredaran narkotika dan obat-abat terlarang yang dimasukkan dari Pulau Jawa dan daerah lain, harus ada antisipasi dari kawasan rawan yang disusupi para pengedar dari luar daerah.

“Artinya tidak cukup untuk curhat mendengar masukan dari masyarakat terkait bahayanya peredaran narkotika dan obat-obat terlarang,” ujar Muhammad Yansuri, Sabtu (31/12/2022).

Menurut Yansuri, di kawasan perairan Sungsang, ia melihat speedboat yang jemput antar hingga ke ambang luar wilayah Sumsel.

Sebagai masyarakat biasa, katanya, ia sangat mencurigai situasi seperti itu. Sebab di kawasan itu tak terdapat pos Angkatan Laut atau pos Polairud.

“Kita bisa saja mencurigai adanya indikasi permainan cantik dari para pengedar untuk memasukkan narkoba dengan cara sembunyi-sembunyi melalui speedboat,” ujar Yansuri.

Menurut Yansuri, jangankan di kawasan zero pengawasan aparat di wilayah perairan, sedangkan di areal yang sangat rapat polisi dan petugas lain berkaitan pelarangan narkoba, para pengedar masih mampu berbuat.

“Apalagi kondisinya zero pengawasan pihak Angkatan Laut dan polisi,” katanya.

Untuk itu Yansuri berharap agar situasi ini dapat diperhatikan pihak Polda Sumsel untuk membangun pos pengawasan, sehingga sulit bagi pengedar untuk memasarkan barang-barang haram tersebut.

Sementara sebelumnya, dalam acara Jumat Curhat di kantor Pelindo Palembang, Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmat Wibowo SIK berharap agar masyarakat bisa berpartisipasi untuk menangkal peredaran narkoba. Sebab dampaknya sangat membahayakan eksistensi generasi muda.

Kapolda meminta info dari masyarakat secara langsung melalui aplikasi bantuan polisi (Banpol). Dengan adanya informasi dari aplikasi Banpol, masyarakat bisa memberikan berbagai info terkait bahayanya peredaran narkoba.

“Maksudnya memberi informasi seperti beberapa waktu lalu lewat Banpol terkait orang hilang di Jakabaring dan Pagaralam,” ujar Kapolda Sumsel.

Warta Baru
Warta Terkait