URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
29.6 C
Jakarta
Jumat, Agustus 19, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mantan Kapolsek Ancam Akan Bunuh Janda Bhayangkari

 

warta.in
Mataram -Beberapa saat lalu dunia maya digemparkan berita Polisi tembak Polisi. Kini muncul lagi kasus baru yang diduga dilakukan oknum mantan Kapolsek Narmada.

Mantan ini dikhabarkan menjabat kepala desa Brangkolong Kecamatan Plampang Sumbawa saat ini.

Sejumlah aksi teror dan ancaman hendak membuat cacat hingga dugaaan akan membunuh seorang janda Bhayangkari yang mantan suaminya adalah bawahan sang kapolsek.

Nonik Hermawati korban, didampingi kuasa hukumnya H. Ahmad Salehudin, S.H., menuturkan kronologisnya usai melaporkan kejadian ke Mapolresta Mataram.

Dia menjelaskan bahwa ancaman tersebut dilayangkan via WA melalui kuasa hukumnya H. Ahmad Salehudin, S.H, pada hari Jumat 8 Juli 2022.

“ Pada hari Jumat tanggal 8 Juli 2022 jam 10.00 wita saya ditunjukkan whats app pengancaman pembunuhan terhadap saya oleh kuasa hukum saya melalui WA, oleh mantan Kapolsek Narmada atas nama Kompol H. Ahmad,S.H., yang saat ini jadi Kepala Desa Brangkolong Kecamatan Plampang Sumbawa,” kata Nonik memulai penuturannya, Jumat 15 Juli 2022.

Menurut Nonik , Saat itu dirinya sedang berada didepan polsek Narmada bersama kuasa hukumnya. Kemudian Ditunjukkan kepadanya WA tersebut. bahwa dirinya akan dibikin cacat atau mati jika tidak menyerahkan berkas asli terhadap pembelian bidang tanah yang berlokasi di Narmada.

Dikatakan , pembelian tanah tersebut dilakukan pada tahun 2016 dengan meminjam atas nama Kompol H. Ahmad,S.H., yang saat itu menjabat Kapolsek Narmada dengan imbalan jasa sebesar 2% dari nilai transaksi.

Upaya peminjaman nama tersebut menurut Nonik dilakukannya dengan harapan adanya perlindungan dan becking terhadap dirinya yang saat itu sebagai ibu Bhayangkari dari mantan suaminya yang juga saat itu menjadi salah seorang bawahan Kompol H. Ahmad,S.H.,.

“Saat itu saya sangat yakin dan sangat percaya beliau akan melindungi dan mendukung saya sebagai istri anak buahnya. Tanah yang saya beli dengan harga Rp, 1,1 M,- dengan meminjam nama Kompol H. Ahmad,S.H., dengan memberikan ibalan jasa 2% sesuai kesepakatan,”jelasnya.

Sekarang, lanjut Nonik, justru dia balik, dia merasa bahwa tanah itu miliknya dan dia yang membeli dengan uangnya, sehingga dia berupya meneror, mengancam.

“Hingga merong-rong saya sampai dirumah saya di BTN Kalisade Praya Lombok Tengah, untuk memaksa saya menyerahkan berkas asli transaksi tanah. Dia datang seperti perampok berusaha mendobrak pintu sehingga menimbulkan keributan dan memancing perhatian dan tanda tanya tetangga sementara saya ini seorang janda. Saya berharap kepada aparat penegak hukum agar pelaku segera ditahan, jangan menunggu saya cacat atau kehilangan nyawa dulu baru dilakukan tindakan,”tuturnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama kuasa hukum Nonik Hermawati , H. Ahmad Salehudin, S.H., menjelaskan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkannya ke Polsek Narmada melalui Kanit Reskrim Mapolsek Narmada IPDA Ahmad Taufik pada tanggal 9 Juli 2022 dan telh dilimpahkan ke Polresta Mataram pada tanggal 15 Juli 2022, (Jumat 15/7).

Bukti pengancaman pembunuhan Nonik Hermawati melalui WA oleh Mantan Kapolsek Narmada Kompol H. Ahmad.

Memurut Salehudin, Pengancaman pembunuhan yang yang ditujukan kepada Kliennya, saudari Nonik Hermawati dilakukan oleh saudara Kompol H. Ahmad,S.H., mantan Kapolsek Narmada, yang saat ini jadi kepala desa Brangkolong Kecamatan Plampang Sumbawa.

Dilakukan melalui Whats app nya pada tanggal 8 Juli 2022 dan telah dilakukan pelaporan ke Mapolsek Narmada pada tanggal 9 Juli 2022.

” Namun kami merasa keberatan karena Kanit Reskrim Mapolsek Narmada IPDA Ahmad Taufik memberikan kami SP2HP dengan pasal yang disangkakan adalah pasal 335 dengan sangkaan perbuatan tidak menyenagkan.
Semestinya 368 dengan sangkaan ancaman pembunuhan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Kami akan tetap meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dilakukan penahanan.
Ini kan tidak sesuai dengan pelaporan, artinya ada upaya Polsek Narmada memberikan perlindungan dengan cara memberikan keringanan sangkaan. Hari ini Jumat 15 Juli 2022, berkas pelaporan tersebut telah dilimpahkan ke Mapolresta Mataram,”pungkasnya.

Sementara itu Mapolsek Narmada saat dikonfirmasi melalui piket jaga karena Kapolsek Narmada beserta jajarannya sedang ada rapat di Mapolresta Mataram, membenarkan bahwa telah ada pelaporan kasus pengancaman pembunuhan terhadap Nonik Hermawati dan telah dilimpahkan ke Mapolresta Mataram.(sr)

Warta Baru
Warta Terkait