INDONESIAN JOURNALIST WRITE THE TRUTH

27.8 C
Jakarta
Selasa, Juni 18, 2024

Marhaban Ya Ramadhan 1443 Hijriah


Masjid Kuno di Karang Bayan Lombok Utara  NTB  Telah  Berusia Ratusan Tahun

warta.in
Menyambut bahagia dan sukacita kedatangan bulan suci Ramadhan termasuk bagian dari iman orang islam. Baginda Rasulullah SAW juga biasa melakukannya.
Bahkan, Nabi SAW telah men-tarhib Ramadhan dua bulan sebelumnya.

Sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik RA, ketika memasuki bulan Rajab Nabi SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan.” (HR Imam Ahmad dan Ath Thabra.

Hal ini penting guna menanamkan kerinduan kepada Ramadhan sekaligus sebagai upaya persiapan mental (tahyi’ah nafsiyah), spiritual (tahyi’ah ruhiyah) dan intelektual (tahyi’ah fikriyah).

Tanpa persiapan mental, spiritual, dan intelektual, puasa Ramadhan hanya akan menjadi kegiatan ritual keagamaan tahunan tanpa makna, tanpa pahala dan tidak mampu memberikan pengaruh positif bagi kehidupan. Perhatikan sabda Nabi SAW, “Berapa banyak orang yang puasa tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga.” (HR An Nasa’i dan Ibnu Majah).

Sebaliknya, dengan persiapan dan perbekalan yang maksimal akan mampu meraih sukses Ramadhan secara optimal. Untuk itu, di hari terakhir Sya’ban, Rasulullah SAW kembali mengkondisikan umatnya dengan menyampaikan pidato ‘kenegaraan’ menyambut Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan-keutamaannya

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib dan qiyamul lail-nya sunnah.

Barangsiapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan kewajiban, maka seperti mengerjakan 70 kewajiban di bulan lain.

Ramadhan adalah bulan sabar, dan sabar itu balasannya surga. Ramadhan bulan solidaritas dan bulan ditambahkan rizki orang mukmin. Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi sedikit pun pahalanya.”

Para sahabat berkata, ”Ya Rasulullah, tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa.” Rasulullah SAW bersabda, ”Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa meskipun hanya dengan seteguk susu atau satu biji kurma atau seteguk air.

Barangsiapa yang membuat kenyang orang berpuasa, maka Allah akan memberikan minum dari telagaku (Nabi SAW) satu kali minuman yang tidak akan pernah membuatnya haus sampai ia masuk surga.” (HR Ibnu Huzaimah, Al Baihaqi).

Semoga kiranya puasa Ramadhan kita tahun 1443 ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga menjadi momentum perubahan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa. Semoga Ramadhan ini juga mampu memancarkan berbagai macam bentuk ketakwaan.

Sebab satu tujuan utama Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan adalah agar hambanya bertakwa.Takwa dalam segala gerak gerik perbuatan dan perkataan. Senantiasa introspeksi diri atas tindakan yang benar atau salah. Marhaban Ya Ramadhan! ( sr)

 

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHAUMA RAMADHAN 1443 HIJRIAH

SABTU , 02  APRIL. 2022

 

 

 

 

 

Latest news
Related news