27.3 C
Jakarta
Sabtu, September 25, 2021

Massa Aksi Formastim Demo Kantor Bupati Lombok Timur

Lombok Timur, – Puluhan Massa Aksi dari Forum Mahasiswa Lombok Timur (FORMASTIM) menggelar Aksi damai dalam rangka Merefleksi 126 Tahun Usia Lombok Timur.

Dalam Aksi tersebut begitu banyak Tuntutan tuntutan dan problematika di Lombok Timur Yang diangkat.

Koordinator Umum (Kordum) aksi, Ade Putra Kurniawan menjabarkan beberapa tuntutan yang dilayangkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim diantaranya pada sektor pariwisata. Pemda harus mampu membangun infrastruktur yang layak, jangan sampai hanya mengunggulkan satu tempat kemudian melupakan destinasi wisata lainnya.

Pemda Lotim saat ini masih lemah dalam pengelolaan dan penanganan sampah, hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya tumpukan sampah yang belum mampu diakomodir oleh pemerintah. Sebab anggaran pengelolaan sampah begitu banyak, namun tidak dibarengi dengan tindakan yang nyata dari pemerintah, “kata Ade yang juga sebagai Ketua Formastim itu. (1/9/21)

Belum lagi pada sektor pertanian, para petani Lotim saat ini banyak merugi akibat dari benih yang disediakan sangat mahal, namun mahalnya harga benih itu tidak sesuai dengan harga hasil panen yang relatif rendah.

“Jangan sampai petani dirugikan dengan benih yang sangat mahal, namun hasil panen yang harganya masih minim,” imbuhnya.

Ade menuntut supaya Pemda Lotim serius menangani wilayah selatan, karena selama ini begitu banyak persoalan yang dialami oleh masyarakat di wilayah selatan Lotim. Dengan menggelontorkan anggaran yang fantastis di wilayah Lotim bagian selatan, Ia meminta Pemda jangan menyia-nyiakan anggaran yang besar tersebut.

“Di wilayah selatan itu anggarannya 90 Milyar hanya untuk membangun saluran irigasi, jangan sampai itu disia-siakan,” ketusnya

Selain itu, infrastruktur jalan raya yang masih banyak belum bisa diperbaiki oleh pemerintah. Salah satunya jalan yang berada di Kecamatan Lenek yang menuju Balai Latihan Kerja (BLK) Internasional, faktanya hingga saat ini jalan tersebut masih belum mendapatkan sentuhan dari pemerintah.

“Jalan-jalan juga masih banyak yang jauh dari kata layak, contohnya jalan yang ada di Lenek itu, padahal di sana ada BLK Internasional namun sampai saat ini jalannya masih rusak dan masih banyak lagi jalan-jalan yang belum diperbaiki,” paparnya.

Ade menuturkan, persoalan yang harus ditangani serius oleh Pemda Lotim yakni mengenai peredaran Narkoba yang masih banyak merasuki masyarakat, terutama kaum kaula muda yang menjadi sasaran utama dari Narkoba tersebut.

“Peredaran Narkotika di Lotim sangat tinggi, sehingga kita minta pemerintah harus mampu meminimalisir peredaran narkoba ini. Dan kita minta bertemu untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Korlap masa aksi Rizky Ramadhan menyoroti kinerja dari Dinas Perhubungan Lotim. Pasalnya beberapa jalan yang sudah dipasangani lampu lalu lintas, justru tidak difungsikan dengan baik, bahkan terkesan disia-siakan.

Contohnya lampu lalu lintas yang berada di jalan simpang empat Kecamatan Masbagik – Lotim, padahal jalan raya tersebut berkategori nasional. Namun hingga saat ini belum juga dipasangi lampu lalu lintas oleh pemerintah.

“Lampu merah yang berada di jalan nasional itu seharusnya di pasang, karena kalau tidak itu sangat membahayakan pengguna jalan. Karena banyak pengendara yang lalu-lalang disana,”Tutup Rizky.

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img