URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
26.7 C
Jakarta
Jumat, September 30, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Masyarakat Desa Lunas Jaya, DPC Gencar Pali Dan Organisasi Kemasyarakatan Lain Melakukan Aksi Damai

Warta Indonesia | Sumsel | Pali – Masyarakat desa Lunas Jaya di dampingi DPC Gencar Pali, DPD KNPI Pali, OPLI melakukan aksi damai di Km. 36 PT. SLR Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang kabupaten Pali Sumatera Selatan, Rabu (19/01/22).

Abu Rizal Koordinator aksi mengatakan alhamdulillah hari ini kita telah melakukan Aksi Damai Di KM 36 PT SLR Titan Group ( Desa Lunas Jaya ) dengan kondusif.

” Artinya kita memang benar-benar murni bergerak dan berjuang atas dasar kemanusiaan,”ungkapnya

Tuntutan kita juga jelas bahwa meminta pihak Perusahaan memindahkan Stockpile dan Crusher agar Kiranya jauh dari pemukiman warga Desa Lunas Jaya, dengan catatan jika tuntutan tersebut tidak diindahkan maka kami pastikan akan menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di Kantor Gubernur Sumatera Selatan dan kami pastikan massa lebih banyak lagi.

Aktivis Greenpeace International mengatakan, penggunaan batubara menyebabkan 60 ribu orang Indonesia meninggal tiap tahun. Ini karena polusi batubara menyebabkan kanker paru, stroke, penyakit pernafasan dan persoalan lain terkait pencemaran udara”, hal seperti itu yang tidak kami inginkan terjadi di desa Lunas Jaya kemudian hari.

” Rizal yang juga Ketua DPC GENCAR Pali sangat – sangat mendukung penuh akan gerakan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Lunas Jaya dan kami dari DPC GENCAR Pali, DPD KNPI Pali serta OPLI siap bersama masyarakat Lunas Jaya sampai titik darah penghabisan,”pangkasnya.

Sementara itu, Aka Cholik Darlindari Mewakili PT. SLR dan juga sebagai Konsultan Litigasi dan Nonlitigasi, telah menerima tuntutan dari masyarakat Lunas Jaya tersebut.

“ Perusahaan kita tidak anti kritik, silahkan sampaikan aspirasi sesuai undang-undang,”jelasnya

” Tetapi kan nanti kebijakan tertinggi ada di pimpinan kami, yang akan mengizinkan kami untuk melakukan operasi dan berdiri juga berdasarkan undang-undang. Kalaupun kami melanggar konsekuensinya tetap kami terima,” jelas mantan anggota DPRD Pali ini.

Selain itu, saat ditanyakan soal terlalu dekatnya stockfield dengan Sekolah Dasar, dirinya menjelaskan bahwa hal itu bukan wewenangnya untuk menjawab.

“ Sejauh ini kita belum bisa menyampaikan itu, karena yang menyatakan secara teknis itu adalah dinas terkait, itu pemerintah. Intinya kami sudah diberi izin oleh pemerintah, tiba-tiba dekat dengan sekolah dan lain sebagainya, kami tidak bisa menjawab itu,” pungkasnya. ( Santo )

Warta Baru
Warta Terkait