28.9 C
Jakarta
Sabtu, September 25, 2021

Mengenal Profesi Arsiparis

Warta.in-Arsip sebagai rekaman informasi aktivitas seseorang, kegiatan pemerintahan dan pembangunan, dan rekaman kejadian atau peristiwa. Perjalanan hidup seseorang maupun organisasi dengan jujur dan apa adanya akan terekam dalam arsip.

Maka keberadaan arsip sangat penting dalam kehidupan sekarang dan pada masa yang akan datang. Pada masa sekarang arsip sebagai pendamping dan pelindung kehidupan. Dan pada masa yang akan datang arsip sebagai bukti, memori, sumber informasi sejuta fungsi.

Usaha maksimal harus dilakukan oleh seseorang maupun lembaga untuk mengelola arsipnya dengan baik sehingga arsip dengan mudah dan cepat dapat ditemukan dan disajikan pada saat dibutuhkan. Bukan sekedar mudah dalam temu balik, pengelolaan arsip yang baik juga dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, dan kelestarian arsip yang bersangkutan karena arsip tidak hanya digunakan pada masa sekarang tetapi juga pada masa yang akan datang untuk keperluan yang lebih luas.

Bukan masalah yang mudah untuk mewujudkan pengelolaan arsip yang baik karena arsip merupakan sesuatu yang unik.  Unik karena ia lahir dengan sendirinya sebagai akibat dari dilaksanakannya fungsi organisasi sehingga hanya organisasi yang bersangkutan yang bisa ‘mengatur’ nya. Keunikan lain dari arsip adalah media rekam informasi yang digunakan juga secara otomatis menyesuaikan dengan perkembangan tehnologi informasi, dan keunikan yang terakhir adalah sifatnya yang tunggal dan tidak digandakan.

Dengan kata lain arsip ibarat barang yang istimewa dan langka karena tidak ada duanya. Oleh karena itulah arsip harus dikelola oleh orang yang memiliki keistimewaan bukan hanya orang biasa untuk menjamin terjamin keberadaan, keamanan, dan kelestarian arsip yang menjadi kewenangannya.

Terkait dengan pentingnya arsip dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, maka sebagai tindak lanjut salah satu hasil penelitian antara Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan ANRI pada Tahun 1972 yang merekomendasikan perlu adanya perubahan status sumber daya manusia dibidang kearsipan dari tenaga pekerja menjadi tenaga profesi, maka pada tahun 1990 pemerintah Indonesia menjadikan dan mengakui pekerjaan dibidang kearsipan sebagai profesi, dan para tenaga pelaksananya disahkan sebagai pejabat fungsional arsiparis.

Sampai saat ini berbagai upaya dilakukan pemerintah guna meningkatkan penyelenggaraan kearsipan di Indonesia. Perubahan peraturan untuk disesuaikan kondisi dan kebutuhan terus dilakukan. Selama 25 tahun usia jabatan arsiparis di Indonesia telah mengalami, 4 kali perubahan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Untuk pertama kalinya, jabatan fungsional arsiparis diatur dalam Keputusan Menpan Nomor 36 Tahun 1990 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Arsiparis.

Berdasarkan peraturan tersebut yang dimaksud arsiparis adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kearsipan pada instansi Pemerintah.

Untuk dapat melaksanakan pekerjaan sebagaimana tersebut di atas diperlukan keahlian. Menurut Noerhadi Magetsari dalam makalahnya yang berjudul Profesi Kearsipan, 1992, yang dimaksud dengan tenaga profesional arsiparis adalah orang yang memiliki keterampilan profesional, mempunyai latar belakang teori, dan berminat untuk berkecimpung dibidang jasa.

Ada 4 (empat) persyaratan profesionalisme (Keputusan Kepala ANRI Nomor 2 Tahun 1992) yaitu :

  1. Memiliki kemampuan teknis dan keilmuan yang menjamin efisiensi dan efektifitas perawatan, pengamanan dan pelayanan informasi pada instansi dan pelestarian budaya bangsa,seselektif dan selengkap mungkin.
  2. Memahami suatu sistem administrasi secara baik dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan suatu sistem kearsipan dan mengolah informasi arsip unuk berbagai kepentingan dalam rangka pelayanan administrasi, praktisi, keilmuan dan umum tanpa mengorbankan kepentingan lain yang karena ketentuan perundangan-undangan atau etika harus memperoleh perlindungan.
  3. Memahami dengan baik prinsip-prinsip kearsipan praktis dan mampumenjabarkan konsep-konsep dan teori-teori kearsipan dan menterjemahkannya dalam praktek kegiatan kearsipan.
  4. Memiliki kemampuan untuk melakukan pengkajian terhadap teori/konsep kearsipan, melaksanakan pelaksanaan penelitian dan merumuskan alternatif baru di bidangkearsipan.
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img