PONTIANAK – WartaIN – IMPACT+ kembali hadir di Pontianak sebagai curated building material & design exhibition yang menghadirkan berbagai brand pilihan dari kategori material bangunan, interior, architectural solutions, dan lifestyle support products
Kehadiran IMPACT+ tahun ini juga menjadi bentuk kelanjutan dari perjalanan event sebelumnya di Pontianak Tahun lalu, event ini hadir dibawah naungan MitraPabrik.com yang telah berevolusi menjadi MPX Indonesia, dan kehadiran kembali di tahun 2026 menjadi bukti bahwa Pontianak merupakan market yang menarik, aktif, dan terus berkembang di sektor properti, konstruksi, residential, hingga commercial project
Mengusung konsep quality-driven exhibition, IMPACT+ tidak hanya berfokus pada jumlah peserta, tetapi menghadirkan brand-brand yang relevan dengan kebutuhan market lokal yang terus bertumbuh.
Pada tahun 2026 ini, Brand yang ikut serta dalam menyukseskan IMPACT+ Pontianak, antara lain
Alphamax, Architech, Avian Paint, BIGKABEL, Costa, CTI, Decora, Enchanting, Fortress, Gnet, Himalaya Glass, Mapei, Maxxiroof, Mewah, Miraco, Onna, Platinum, Seeton, dan Walong
Melalui event ini, pengunjung mulai dari arsitek, desainer interior, kontraktor, developer, owner project, hingga homeowner dapat menemukan berbagai inspirasi material dan solusi bangunan terbaru sekaligus membangun koneksi bisnis secara langsung, ujar Antonius Yan Halim, Event Manager MPX Indonesia, Selasa ( 20 /5 ).
Selain exhibition, IMPACT+ juga menghadirkan product showcase, networking session, business connection dan hybrid talkshow by Thinklab Collective bersama para praktisi industri.
Kami percaya bahwa pameran yang impactful bukan hanya tentang banyaknya peserta, tetapi tentang kualitas brand, kualitas pengunjung, dan koneksi bisnis yang tercipta di dalamnya, ungkap, Antonius Yan Halim, Event Manager MPX Indonesia.
Dengan konsep yang lebih terkurasi dan nyaman, IMPACT+ Pontianak 2026 diharapkan dapat menjadi platform yang efektif untuk mempertemukan brand dengan market potensial di Kalimantan Barat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Cabang Fortress Kalbar, Dedy Lim, menyebut kehadiran pintu berbahan baja atau steel door mendapat sambutan positif dari masyarakat Kalimantan Barat. Menurutnya, penggunaan pintu baja dinilai menjadi solusi atas berbagai persoalan yang kerap ditemui pada pintu berbahan kayu.
“Pembangunan ini sangat signifikan. Kami dari masyarakat juga sangat antusias menyambut produk ini sendiri. Karena ini pertama kali adanya pintu dengan bahan kuat baja,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Kalbar lebih familiar menggunakan pintu kayu. Namun, kondisi kayu yang semakin sulit diperoleh serta berbagai kendala teknis membuat masyarakat mulai beralih ke pintu baja.
“Kalau pintu kayu, kadang kayunya masih basah saat dipasang sehingga mengkerut. Belum lagi masalah rayap. Itu yang menjadi permasalahan kita di sini,” katanya.
Menurut Dedy, penggunaan pintu baja juga sudah umum digunakan di sejumlah negara maju seperti Hong Kong dan Taiwan. Karena itu, pihaknya optimistis tren penggunaan pintu baja akan terus berkembang di Indonesia, khususnya Kalbar, ujarnya ( ADY ).






























